-
Video penangkapan babi di Tulungagung viral hebohkan media sosial.
-
Warga Desa Pakel tangkap babi hitam berkeliaran.
-
Babi disebut hewan biasa, akhirnya dibeli warga Blitar.
SuaraJatim.id - Video penangkapan babi di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, bikin heboh jagat media sosial (medsos). Pasalnya, babi berwarna hitam berukuran kecil itu disebut-sebut hewan jadi-jadian.
Dalam video yang beredar, seekor babi betina yang sudah diamankan dan dimasukkan ke dalam kandang ayam. Banyak netizen menafsirkan kejadian itu dengan berbagai spekulasi, salah satunya mengaitkan dengan isu hewan jadi-jadian. Unggahan tersebut pun dengan cepat menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat.
Harianto (43), warga Desa Pakel, menjelaskan bahwa video penangkapan babi di Tulungagung viral bermula dari temuannya terhadap hewan tersebut pada Jumat pagi.
Ia menyebut babi itu pertama kali terlihat di sekitar tugu perbatasan desa. Mengetahui keberadaan hewan yang tidak biasa muncul di wilayahnya, Harianto berinisiatif untuk menangkapnya bersama warga lain.
“Dari pengakuan warga lain sempat melihat babi ini di sekitar sungai Brantas,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (17/1/2026).
Harianto mengungkapkan, selama ini tidak ada warga Desa Pakel yang memelihara babi. Oleh karena itu, kemunculan hewan tersebut menimbulkan rasa penasaran.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa babi tersebut merupakan hewan biasa, bukan seperti yang ramai diperbincangkan warganet. Ia juga mengakui bahwa di desanya pernah beredar isu babi ngepet pada tahun lalu, namun kejadian itu sudah lama berlalu.
“Pernah dulu ada isu babi ngepet di desa tapi itu sudah lama, kalau ini yang ditangkap babi betulan,” tuturnya.
Setelah diamankan, babi betina tersebut sempat dirawat sementara di kandang ayam milik warga. Keberadaannya terus menarik perhatian karena video penangkapan babi di Tulungagung viral semakin banyak dibagikan. Beberapa orang bahkan datang langsung untuk melihat hewan tersebut.
Pada akhirnya, babi tersebut dibeli oleh seorang warga asal Blitar dengan harga Rp400 ribu. Harianto menyebut dirinya tidak memiliki niat untuk menjual hewan itu. Namun, karena ada pihak yang menawar, babi tersebut akhirnya dilepas.
“Ada teman yang tahu babi ini dan kemudian menawaran ke bos nya, ternyata mau membeli,” pungkasnya.
Peristiwa video penangkapan babi di Tulungagung viral ini menjadi perhatian luas di media sosial dan menambah daftar kejadian unik yang terjadi di wilayah Tulungagung dalam beberapa waktu terakhir.
Berita Terkait
-
Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor
-
Viral Biksu Mesum dan Korup, Lembaga Budha Thailand Bantah Ada Kasus di Kuil Lain
-
Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI
-
Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis
-
Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar
-
Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan
-
Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo
-
BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Kesesuaian Desain Kapal dengan Perairan Indonesia