- Lansia penjual nasi pecel jadi korban penusukan anak kandung di Kunjang Kediri.
- Peristiwa berdarah terjadi pagi hari di rumah korban.
- Pelaku menyerahkan diri ke polisi setelah kejadian.
SuaraJatim.id - Tragedi berdarah di Kunjang Kediri menggegerkan warga Desa Gunjang Kidul, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Tumiyatun (69) menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Kusnadi (50), pada Rabu (21/1/2026) pagi.
Peristiwa ini terjadi di dalam rumah korban sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian tersebut langsung memicu kepanikan warga sekitar yang mendengar teriakan dari dalam rumah korban.
Kasus tragedi berdarah di Kunjang Kediri kini ditangani aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan saksi dan pihak berwajib, berikut tujuh fakta penting yang terungkap dari peristiwa berdarah tersebut.
1. Korban Lansia Penjual Nasi Pecel
Korban diketahui bernama Tumiyatun (69), seorang lansia yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual nasi pecel tumpang. Aktivitas berjualan itu sudah lama dijalani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kesehariannya, korban dikenal warga sekitar sebagai pribadi sederhana. Fakta ini memperkuat keprihatinan warga terhadap insiden penusukan yang menimpanya.
2. Diduga Ditusuk Anak Kandung
Pelaku penusukan diduga kuat adalah anak kandung korban sendiri, Kusnadi (50). Dugaan tersebut mengemuka dari keterangan saksi dan hasil penyelidikan awal kepolisian.
Korban dan pelaku diketahui tidak tinggal satu atap. Namun, pada hari kejadian, pelaku berada di rumah korban hingga peristiwa penusukan terjadi.
3. Kejadian Pagi Hari di Dalam Rumah
Insiden penusukan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di dalam rumah korban. Warga sekitar awalnya mengira suara gaduh yang terdengar hanyalah cekcok biasa.
Seorang saksi berinisial ER (45) mengungkapkan, “Saya dengar teriak-teriak ibu-ibu. Awalnya saya kira cekcok biasa karena memang sering terdengar ribut. Tapi ternyata warga sudah banyak berkumpul,” katanya, dikutip dari BeritaJatim.
4. Korban Ditemukan Bersimbah Darah
Saat saksi masuk ke rumah yang dalam kondisi gelap, korban ditemukan tengkurap di atas tempat tidur. Luka terbuka terlihat di beberapa bagian tubuh korban.
“Lampu gelap, terus kelihatan sudah banyak darah. Saya buka dasternya, luka di punggung, bahu kiri, sama perut. Korban masih sadar, masih bisa bicara,” jelas ER.
Berita Terkait
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Kisah Haru Bunda Tiwi di Usia 53: Melahirkan Bayi Pertama Seberat 4,1 Kg
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Hadapi PSM Makassar di Parepare, Persik Kediri Percaya Diri Curi Poin
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Yuk ke GBK Senayan, Saksikan Barcelona Legends vs World Legends di Clash of Legends 2026 Bersama BRI
-
Commercial BRI Tumbuh Double Digit Berkat Transformasi BRIvolution Reignite
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM