- KPK geledah pusat pemerintahan Kota Madiun sejak pagi hari.
- Delapan mobil hitam disiagakan selama proses penggeledahan berlangsung.
- Kasus berkaitan dugaan korupsi proyek dan dana CSR.
SuaraJatim.id - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan besar-besaran di pusat pemerintahan Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/1/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan dan pengelolaan dana CSR di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Sejak pagi hari, KPK geledah Balai Kota Madiun dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Sedikitnya, delapan unit mobil Toyota hitam tampak bersiaga di halaman kantor wali kota, menandai keseriusan penyidikan yang sedang berlangsung.
Penggeledahan ini memperpanjang rangkaian tindakan hukum KPK dalam kasus yang menjerat sejumlah pejabat daerah. KPK Geledah Balai Kota Madiun disebut berkaitan erat dengan penetapan tersangka dalam skandal proyek infrastruktur dan dana CSR yang diduga merugikan keuangan negara. Berikut fakta-faktanya.
1. Penggeledahan Sejak Pagi
Tim penyidik KPK tiba di Balai Kota Madiun sekitar pukul 09.30 WIB dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Akses menuju kompleks perkantoran langsung dibatasi untuk menjaga kelancaran proses penggeledahan.
Sejumlah penyidik terlihat keluar masuk gedung utama dengan penjagaan di setiap pintu. Langkah ini dilakukan guna mengamankan proses pencarian barang bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan.
2. Mobil Hitam Disiagakan di Area Balai Kota Madiun
Sedikitnya delapan unit mobil Toyota berwarna hitam tampak terparkir di berbagai titik halaman Balai Kota Madiun. Kendaraan tersebut digunakan tim penyidik untuk mobilisasi selama penggeledahan berlangsung.
Keberadaan mobil-mobil tersebut menandakan skala operasi yang cukup besar. Penggeledahan Balai Kota Madiun ini menjadi salah satu yang paling mencolok dalam rangkaian penyidikan KPK di wilayah Jawa Timur.
3. Ruangan Strategis Jadi Sasaran Penyidik
Fokus penggeledahan menyasar sejumlah ruangan strategis di lantai utama Balai Kota. Di antaranya ruang kerja Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, hingga Bagian Umum dan Staf Ahli.
Selama proses berlangsung, pintu-pintu utama ditutup rapat. Penjagaan ekstra juga diberlakukan di gerbang sisi utara dan selatan guna menyortir tamu yang hendak masuk ke area perkantoran.
4. Kasus Fee Proyek dan Dana CSR
Penggeledahan ini diduga kuat berkaitan dengan dugaan aliran dana dari fee proyek fisik serta pengelolaan dana CSR Pemerintah Kota Madiun. Penyidik tengah menelusuri potongan anggaran yang diduga disalahgunakan.
Berita Terkait
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Setyo Budiyanto Jelaskan Alasan KPK Ubah Aturan Gratifikasi: Nilai Rupiah Harus Disesuaikan
-
KPK Telusuri Pengumpulan Uang dari Calon Perangkat Desa Terkait Dugaan Pemerasan Pengisian Jabatan
-
Tanggapi Pernyataan Noel Soal Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK: Kita Tak Pernah Target Ini Itu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
Terkini
-
5 Fakta KPK Geledah Balai Kota Madiun, Siagakan 8 Mobil Hitam!
-
5 Fakta Jam Kerja Panjang di Indonesia, Semua Gara-gara Upah Rendah?
-
5 Fakta Kepsek SD Situbondo Dibacok Pagi-pagi Pakai Celurit, Wajah dan Kepala Luka-luka
-
3 Fakta Suami Aniaya Istri di Tuban, Dipicu Dugaan Selingkuh
-
Wakil Kepala BGN Izinkan Warga Unggah Menu MBG ke Medsos, Ini Alasannya