-
Balita di Surabaya dianiaya paman bibi selama dua bulan.
-
Korban dikurung sepuluh jam tanpa makanan setiap hari.
-
Polisi fokus pemulihan trauma dan proses hukum.
SuaraJatim.id - Kasus penganiayaan balita menggemparkan warga Surabaya setelah terungkap seorang anak perempuan berinisial KR (4) diduga mengalami kekerasan berat oleh paman dan bibinya sendiri. Peristiwa ini terjadi di sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Kasus penganiayaan balita di Surabaya itu mencuat setelah warga mendengar teriakan minta tolong dari korban yang dikurung hampir 10 jam tanpa makanan. Tubuh korban ditemukan penuh luka lebam dengan rambut dicukur hingga botak.
Dalam perkembangan terbaru, pasangan suami-istri tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus penganiayaan balita Surabaya ini kini dalam penanganan Sat Res PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, dengan fokus pada pemulihan trauma korban.
Berikut fakta-faktanya.
1. Paman dan Bibi Jadi Tersangka
Penyidik Sat Res Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polrestabes Surabaya menahan pasangan suami istri, Ufa Fahrul (30) dan Sellyna Adika (26). Keduanya merupakan paman dan bibi korban.
Pasangan tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah mengakui melakukan kekerasan terhadap KR. Penetapan tersangka dilakukan usai polisi mengumpulkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan korban.
2. Korban Dikurung Hampir 10 Jam Tanpa Makan
Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban ditinggalkan sendirian di dalam kamar kos dengan pintu dikunci dari luar. Pintu baru dibuka sekitar pukul 17.00 WIB saat kedua pelaku pulang kerja.
Selama hampir 10 jam, korban tidak mendapatkan pengawasan maupun makanan. Kondisi ini berlangsung berulang kali dan menjadi salah satu bentuk penelantaran yang dialami korban.
3. Teriakan Minta Tolong
Kasus ini terbongkar setelah tetangga mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam kamar kos pada Senin (9/2/2026). Korban terdengar menangis dan meminta bantuan.
Saat didatangi warga, KR mengaku kelaparan. Warga kemudian menghubungi perangkat kampung dan kepolisian untuk menyelamatkan korban.
4. Luka Lebam dan Luka Terbuka di Mulut
Paman korban, Fahrul, mengakui kerap memukul KR dengan tangan kosong. Salah satu pukulan mengenai area mulut hingga menyebabkan luka terbuka yang masih sering mengeluarkan darah.
Berita Terkait
-
Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
-
Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo, Puluhan Pasien Dievakuasi
-
Live Streaming Semen Padang vs Persebaya: Ambisi Bernardo Tavares Hapus Kutukan
-
Bernardo Tavares Minta Persebaya Tak Remehkan Semen Padang
-
Dipastikan Degradasi, Semen Padang Janji Tetap Profesional saat Hadapi Persebaya Surabaya
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Babak Akhir Siwalan Party: Hukuman untuk 25 Terdakwa Pesta Gay Surabaya
-
Tragedi Carok di Lumajang: Istri Korban Sebut Ada Eksekutor Ketiga yang Habisi Suaminya Secara Keji
-
Tebing 100 Meter di Desa Nglinggis Longsor, Jalur TrenggalekPonorogo Ditutup
-
Usai Beraksi di Pamekasan, Aksi Ibu dan Anak yang Jadi Otak Pencurian Emas Lintas Provinsi Berakhir
-
Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Khofifah Pesankan Jamaah Jaga Kesehatan