- ASN Pemprov Jatim dituntut sembilan bulan penjara.
- Istri sah pergoki suami di hotel Surabaya.
- Terdakwa dijerat Pasal 284 KUHP perzinaan.
SuaraJatim.id - Kasus dugaan perzinaan ASN Pemprov Jatim menyeret seorang aparatur sipil negara ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum Yusuf dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuntut terdakwa berinisial PPY dengan pidana penjara selama sembilan bulan dalam perkara kasus perzinaan ASN Pemprov Jatim. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.
Informasi mengenai tuntutan dalam kasus perzinaan ASN Pemprov Jatim itu disampaikan penasihat hukum terdakwa usai sai persidangan yang digelar tertutup.
“Tuntutan jaksa sembilan bulan penjara,” kata pengacara terdakwa, Kamis (19/2/2026).
Dalam kasus perzinaan ASN Pemprov Jatim ini, PPY diadili bersama perempuan berinisial ITD yang disebut sebagai selingkuhannya.
Pada persidangan sebelumnya, majelis hakim telah memeriksa keterangan saksi pelapor berinisial AM, istri sah terdakwa yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut berpangkat Prajurit Kepala (Praka).
Usai memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim, AM mengungkapkan kronologi dugaan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung pada 28 September 2025 dini hari di sebuah hotel di Surabaya.
Sekitar pukul 02.00 WIB, AM mengaku masuk ke kamar hotel nomor 1602 dan mendapati langsung suaminya bersama ITD di dalam kamar.
“Saya melihat sendiri suami saya bersama perempuan lain. Itu sangat menyakitkan,” ujar AM.
AM juga menyebut hubungan antara PPY dan ITD telah berlangsung beberapa hari sebelum kejadian. ITD diketahui datang dari Jakarta ke Surabaya menggunakan penerbangan komersial. Keduanya sempat berlibur ke Batu, Malang, sebelum menginap di Hotel Holiday Inn Surabaya, tempat mereka kemudian dipergoki.
Selain dugaan perzinaan, AM turut mengungkap laporan terkait dugaan penelantaran anak. Ia menyebut anak hasil pernikahannya dengan PPY yang kini berusia tiga tahun merupakan penyandang autisme berat dan seluruh biaya perawatan ditanggung sendiri.
“Anak saya autis berat. Semua pengobatan saya tanggung sendiri. Ayahnya menolak bertanggung jawab,” katanya.
Dalam persidangan terungkap, PPY dan ITD sama-sama masih terikat dalam perkawinan sah dengan pasangan masing-masing saat peristiwa tersebut terjadi.
Atas perbuatannya, keduanya didakwa melanggar Pasal 284 ayat (1) KUHP tentang perzinaan dalam kasus perzinaan ASN Pemprov Jatim yang kini menunggu putusan majelis hakim.
Berita Terkait
-
ART Diduga Disiksa ASN BPK di Gunung Putri, Kapolres: Hari Ini Gelar Perkara Penetapan Tersangka
-
Siap-siap! Purbaya Pastikan THR ASN Rp 55 Triliun Cair Minggu Pertama Puasa
-
Selama Ramadan, Ini Skema Jam Kerja Baru ASN DKI
-
Profil Quincy Bongaerts: Pemain Keturunan Surabaya, Bisa Jadi The Next Calvin Verdonk
-
Pemain Abroad Indonesia Bakal Menuju Liga Malaysia, Siapa Dia?
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
Terkini
-
Digerebek Istri Berduaan di Kamar Hotel Surabaya, ASN Pemprov Jatim Terancam 9 Bulan Penjara
-
Geger Potongan Tubuh Manusia di Pantai Kampung Lobster Banyuwangi, Polisi Turun Tangan
-
Komplotan Begal Motor Asal Semarang Tewas Kecelakaan di Tuban, 2 Pelaku Ditangkap
-
3 Fakta Kecelakaan Maut Bus vs Truk Fuso di Banyuwangi, Sopir Tewas di Tempat!
-
Detik-detik Curanmor di Jombang Dihajar Massa, Motor Dibakar Usai Tarawih!