- Longsor tutup total jalur utama Pacitan–Ponorogo.
- Sebelas titik longsor, satu lokasi paling parah.
- Petugas terapkan sistem buka tutup sementara.
SuaraJatim.id - Akses jalan Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (27/2/2026).
Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas di jalur utama penghubung Kabupaten Pacitan dan Ponorogo tidak dapat dilalui dari dua arah.
Peristiwa akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor ini terjadi setelah tebing di kawasan perbukitan Tegalombo runtuh dan menimbun ruas jalan dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning.
Jalur vital antarwilayah tersebut sempat tidak bisa dilintasi kendaraan karena timbunan material menutup seluruh badan jalan.
Kondisi akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor membuat mobilitas warga terganggu. Titik longsor berada di kilometer 242+900, tepatnya di dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan Regency.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Budi Hari Santoso menjelaskan, longsor terjadi di sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut.
“Telah terjadi lunturan tebing jalan di ruas Pacitan–Ponorogo pada 11 titik lokasi. Tapi yang menutup total adalah satu lokasi, yaitu di kilometer 242+900 dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim.
Ia menyebutkan, dari total 11 titik longsor, hanya satu titik yang menyebabkan penutupan akses secara penuh. Sementara titik lainnya masih dapat dilalui dengan kewaspadaan tinggi.
Untuk mempercepat penanganan, UPT PJJ Pacitan langsung mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan agar jalur utama penghubung Pacitan Regency dan Ponorogo Regency tersebut bisa segera kembali normal.
“Dua unit loader sudah meluncur ke lokasi untuk mengatasi agar jalan bisa segera terbuka kembali,” jelas Budi Hari Santoso.
Menurutnya, bencana longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi secara masif dalam beberapa pekan terakhir. Curah hujan yang terus-menerus membuat struktur tanah di kawasan perbukitan menjadi labil dan rentan longsor.
Hingga Jumat siang, proses pembersihan material berupa tanah dan batu masih berlangsung intensif. Petugas bekerja menyingkirkan timbunan yang menutup badan jalan agar arus kendaraan dapat kembali berjalan.
Saat ini, separuh badan jalan telah berhasil dibuka. Kendaraan mulai dapat melintas secara perlahan dengan sistem buka tutup yang diterapkan sementara waktu. Skema ini diberlakukan sambil menunggu proses pembersihan selesai sepenuhnya dan kondisi jalan dinyatakan aman.
Petugas juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas di jalur tersebut. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan karena potensi longsor susulan masih mungkin terjadi.
Dengan penanganan yang masih berlangsung, akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor kini berangsur pulih meski arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka tutup di kawasan Tegalombo.
Berita Terkait
-
Hari Kedua Pencarian, Korban Longsor Sumedang Ditemukan Meninggal Dunia
-
Gigs Skena Bawah Tanah Tangerang Batal Akibat Venue Longsor, 2 Mobil Terjun Bebas
-
Viral Pemuda Tewas Tabrak Tiang Saat Dikejar Polisi, Kapolres Pacitan Minta Maaf
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Datang ke Pendopo Ingin Menghadap Plt Bupati Tulungagung, Kadis Damkar Kaget Disambut Tim KPK
-
Batu Raksasa Terjang Fortuner di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Jalur Nasional Lumpuh Total
-
Akhir Pelarian Ratu Kredit Fiktif Rp9,6 Miliar Asal Surabaya: 6 Tahun Sembunyi Diciduk di Jaksel
-
Bocah 3 Tahun di Kediri Tewas dengan Tubuh Penuh Lebam: Ayah, Ibu, dan Nenek Dibawa Polisi
-
Mencekam! Detik-Detik Kades di Lumajang Dibantai Belasan Pria Misterius di Rumah Sendiri