Riki Chandra
Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:17 WIB
Longsor tutup jalur utama Pacitan-Ponorogo. [Dok. BeritJatim]
Baca 10 detik
  • Longsor tutup total jalur utama Pacitan–Ponorogo.
  • Sebelas titik longsor, satu lokasi paling parah.
  • Petugas terapkan sistem buka tutup sementara.

 

 

SuaraJatim.id - Akses jalan PacitanPonorogo lumpuh total akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Jumat (27/2/2026).

Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas di jalur utama penghubung Kabupaten Pacitan dan Ponorogo tidak dapat dilalui dari dua arah.

Peristiwa akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor ini terjadi setelah tebing di kawasan perbukitan Tegalombo runtuh dan menimbun ruas jalan dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning.

Jalur vital antarwilayah tersebut sempat tidak bisa dilintasi kendaraan karena timbunan material menutup seluruh badan jalan.

Kondisi akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor membuat mobilitas warga terganggu. Titik longsor berada di kilometer 242+900, tepatnya di dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan Regency.

Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Budi Hari Santoso menjelaskan, longsor terjadi di sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut.

“Telah terjadi lunturan tebing jalan di ruas Pacitan–Ponorogo pada 11 titik lokasi. Tapi yang menutup total adalah satu lokasi, yaitu di kilometer 242+900 dekat Jembatan Penak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim.

Ia menyebutkan, dari total 11 titik longsor, hanya satu titik yang menyebabkan penutupan akses secara penuh. Sementara titik lainnya masih dapat dilalui dengan kewaspadaan tinggi.

Untuk mempercepat penanganan, UPT PJJ Pacitan langsung mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan agar jalur utama penghubung Pacitan Regency dan Ponorogo Regency tersebut bisa segera kembali normal.

“Dua unit loader sudah meluncur ke lokasi untuk mengatasi agar jalan bisa segera terbuka kembali,” jelas Budi Hari Santoso.

Menurutnya, bencana longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi secara masif dalam beberapa pekan terakhir. Curah hujan yang terus-menerus membuat struktur tanah di kawasan perbukitan menjadi labil dan rentan longsor.

Hingga Jumat siang, proses pembersihan material berupa tanah dan batu masih berlangsung intensif. Petugas bekerja menyingkirkan timbunan yang menutup badan jalan agar arus kendaraan dapat kembali berjalan.

Saat ini, separuh badan jalan telah berhasil dibuka. Kendaraan mulai dapat melintas secara perlahan dengan sistem buka tutup yang diterapkan sementara waktu. Skema ini diberlakukan sambil menunggu proses pembersihan selesai sepenuhnya dan kondisi jalan dinyatakan aman.

Petugas juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas di jalur tersebut. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas di lapangan karena potensi longsor susulan masih mungkin terjadi.

Dengan penanganan yang masih berlangsung, akses Pacitan–Ponorogo lumpuh total akibat longsor kini berangsur pulih meski arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka tutup di kawasan Tegalombo.

Load More