Ronald Seger Prabowo
Kamis, 16 April 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi Logo Bea Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan upaya menjaga kinerja penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama meninjau kantor wilayah Kudus, Kediri, dan Pasuruan pada 16 April 2026.
  • Kunjungan tersebut bertujuan memastikan optimalisasi penerimaan negara dan kualitas pelayanan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
  • Pihak Bea Cukai memperkuat pengawasan serta integritas layanan untuk melindungi industri legal dan mencapai target penerimaan nasional.

SuaraJatim.id - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan upaya menjaga kinerja penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan pengawasan dan pelayanan di sejumlah wilayah strategis.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, mencakup Bea Cukai Kudus, Kediri, dan Pasuruan. Kunjungan ini bertujuan memastikan kinerja penerimaan serta pelayanan tetap berjalan sesuai target.

“Di kondisi global yang tengah terjadi konflik, kita tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan dan pengawasan,” ujar Djaka, Kamis (16/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Djaka menyampaikan arahan terkait pentingnya menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan negara dan pemberian fasilitas kepada pelaku usaha. Hal ini dinilai relevan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di beberapa wilayah.

Di Bea Cukai Kudus, ia menyoroti perubahan karakteristik layanan yang kini tidak hanya bertumpu pada sektor cukai, tetapi juga berkembang pada kawasan berikat.

Selain itu, penguatan kerja tim dan penerapan prinsip integritas juga menjadi bagian dari arahan yang disampaikan kepada jajaran di wilayah tersebut.
“Kalau kita ingin tetap dipercaya, tunjukkan kinerja terbaik kita,” katanya.

Kunjungan dilanjutkan ke Bea Cukai Kediri yang mencatat aktivitas industri cukup tinggi. Dalam kesempatan itu, dibahas pula kebutuhan peningkatan kinerja penerimaan serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan.

Isu pengawasan juga menjadi perhatian, termasuk perlindungan terhadap industri legal dari potensi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.

Baca Juga: Silaturahmi Ramadan BRI Dorong Jurnalisme Berkualitas, Donasi Rp250 Juta

Sementara itu, Bea Cukai Pasuruan disebut memiliki peran dalam penerimaan cukai nasional. Djaka menegaskan pentingnya menjaga capaian penerimaan di wilayah tersebut.

“Bea Cukai Pasuruan merupakan penyumbang penerimaan cukai terbesar di Indonesia, saya hadir di sini untuk bersama-sama memastikan target penerimaan dapat tercapai,” jelasnya.

Load More