- Sebanyak 378 jemaah haji Kloter 1 asal Probolinggo tiba dengan selamat di Asrama Haji Surabaya, Senin 1 Juni 2026.
- Dua jemaah tidak ikut pulang karena satu orang wafat di Arab Saudi dan seorang lainnya sedang menjalani perawatan medis.
- Debarkasi Surabaya menerapkan sistem Seamless Corridor untuk mempercepat proses keimigrasian serta pemeriksaan kesehatan jemaah haji saat tiba di tanah air.
SuaraJatim.id - Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Surabaya pada Senin (1/6/2026) malam. Di bawah pendar lampu temaram, gelombang pertama jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air.
Di balik tangis bahagia pertemuan keluarga, terselip kisah tentang kursi-kursi yang kosong dan babak baru layanan haji yang kini lebih manusiawi.
Sebanyak 378 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 tiba dengan selamat. Angka ini sedikit berbeda dari jumlah awal saat keberangkatan, yakni 380 orang.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan bahwa tidak semua bisa pulang dalam rombongan yang sama.
"Satu jemaah wafat sebelum puncak haji, sehingga keberangkatannya dibatalkan. Namun, kami pastikan seluruh haknya, mulai dari asuransi hingga sertifikat badal haji, terpenuhi," ujar Anam saat menyambut kedatangan para jemaah.
Satu sosok lainnya, Abdul Djalal, terpaksa harus tertahan di Tanah Suci. Ia kini tengah berjuang melawan sakit di Rumah Sakit Al-Noor, Arab Saudi.
"Insya Allah, jika kondisinya sudah memungkinkan untuk perjalanan udara, beliau akan kami pulangkan melalui kloter berikutnya," tambah Anam.
Ada yang berbeda pada kepulangan tahun ini. Jika biasanya jemaah harus mengantre panjang untuk pemeriksaan paspor, kali ini prosesnya berjalan secepat kilat. Jawa Timur resmi menjadi daerah kedua setelah Jakarta yang menerapkan sistem Seamless Corridor.
Inovasi ini mengintegrasikan layanan keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan secara terpadu. Jemaah tidak perlu lagi membongkar tas hanya untuk mencari paspor atau menunggu stempel kedatangan secara manual. Semuanya berjalan otomatis dan terintegrasi.
Baca Juga: Viral Video Suroboyo Bus Manuver Brutal di Jalanan Bikin Warga Ngeri
"Kami ingin proses kepulangan ini secepat mungkin agar jamaah bisa segera beristirahat. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, dan kami berharap sistem ini terus konsisten untuk kloter-kloter selanjutnya," jelas Anam.
Meski Kloter 1 telah tiba, awan mendung masih membayangi penyelenggaraan haji tahun ini secara umum. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 jemaah haji asal Indonesia dilaporkan wafat di Arab Saudi.
Sebagai bentuk tanggung jawab negara, Anam menegaskan bahwa ahli waris dari jemaah yang wafat akan menerima santunan asuransi sebesar nilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
Proses administrasi pun dipercepat agar santunan tersebut bisa cair bahkan sebelum seluruh kloter selesai dipulangkan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Viral Video Suroboyo Bus Manuver Brutal di Jalanan Bikin Warga Ngeri
-
Teror Pocong Gegerkan Surabaya, Cak Ji Pasang Badan: Lak Onok, Tak Parani Temen, Rek!
-
HUT ke-733 Surabaya: Armuji Beber Keberhasilan Kota Pahlawan di Berbagai Bidang
-
Sengitnya Sengketa Lapangan Padel di Keputih Surabaya: Nasib Petambak Ikan di Ujung Cor
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Viral Video Suroboyo Bus Manuver Brutal di Jalanan Bikin Warga Ngeri
-
Di Balik Aksi Bagi 1 Juta Butir di Blitar, Ada Jeritan Peternak yang Tercekik Harga Pakan
-
Tragedi Wisata Kakak Beradik di Pantai Seruni Payangan: Jasad Kakak Ditemukan, Adik Masih Misteri
-
Penutupan Jembatan Gondang Tulungagung Diundur Lagi, Catat Tanggal Mainnya
-
Puskesmas Tiron Kediri Membara di Tengah Malam, Aset Rp800 Juta Dilalap Si Jago Merah