- Warga Mulyorejo, Surabaya, dihebohkan oleh rekaman pocong viral yang ternyata merupakan hasil editan teknologi kecerdasan buatan.
- Plh Wali Kota Surabaya, Armuji, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh hoaks berbasis mistis.
- MUI Jawa Timur menegaskan aksi teror tersebut tidak dibenarkan dan mendesak kepolisian menindak tegas para pelaku kreatif.
SuaraJatim.id - Warga Mulyorejo, Surabaya, sempat dibuat merinding oleh sesosok kain kafan putih berbentuk pocong yang terekam kamera dan mendadak viral. Namun, alih-alih berbau kemenyan, teror pocong ini rupanya lebih berbau teknologi.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji, yang akrab disapa Cak Ji, akhirnya turun tangan membongkar misteri di balik fenomena mistis tersebut.
Bukan jin atau makhluk halus, perangkat RT setempat memastikan bahwa penampakan pocong itu hanyalah buah keusilan anak-anak setempat yang memanfaatkan kecanggihan Artificial Intelligence (AI). Lewat jemari kreatif yang salah tempat, pocong digital itu berhasil memantik kepanikan warga.
Mendengar warganya diteror oleh hantu hasil editan, Cak Ji merespons dengan gaya khas Suroboyoan yang ceplas-ceplos dan penuh humor. Bukannya takut, ia justru menantang balik kemunculan pocong-pocong selanjutnya.
"Lak onok pocong, tak parani temen, rek. Apik iki tambahan, cek viral (Kalau ada pocong, saya datangi beneran. Bagus ini, biar tambah viral)," seloroh Cak Ji di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tak berhenti di situ, Cak Ji juga berkelakar bahwa warga Surabaya sebenarnya sudah sangat berani menghadapi hal-hal mistis.
"Enggak ada pocong. Kalau ada, sama orang-orang bisa didatangi beneran, dimasukkan ke botol kok poconge," ucapnya sambil terkekeh.
Meski bergurau, Cak Ji menyelipkan pesan serius agar jangan sampai teknologi menipu akal sehat. Ia meminta masyarakat lebih bijak dan tidak mudah terjebak hoaks yang dibungkus dengan bungkus mistis.
Fenomena ini memicu perhatian akademisi. Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Bagong Suyanto, menilai apa yang terjadi di Mulyorejo adalah modus lama yang menggunakan kendaraan baru.
Baca Juga: HUT ke-733 Surabaya: Armuji Beber Keberhasilan Kota Pahlawan di Berbagai Bidang
Pelaku memanfaatkan ketakutan kultural masyarakat Indonesia terhadap sosok pocong untuk mengacaukan kondisi psikologis korban.
"Ini modus alternatif. Tidak hanya mengandalkan ancaman kekerasan, tapi juga memanfaatkan ketakutan kultural korban demi tujuan tertentu," jelas Bagong.
Namun, bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, urusan menakuti warga bukanlah perkara sepele yang hanya bisa ditertawakan.
Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma'ruf Khozin, menegaskan bahwa aksi teror semacam ini tidak dapat dibenarkan secara agama maupun hukum.
"Menakut-nakuti orang itu sudah tidak boleh. Apalagi kalau ada unsur pidana di belakangnya, itu malah lebih berat," tegas Ma'ruf.
Ia pun meminta kepolisian untuk bertindak tegas agar fenomena "copycat" atau peniruan aksi serupa tidak menjalar ke daerah lain.
Berita Terkait
-
HUT ke-733 Surabaya: Armuji Beber Keberhasilan Kota Pahlawan di Berbagai Bidang
-
Sengitnya Sengketa Lapangan Padel di Keputih Surabaya: Nasib Petambak Ikan di Ujung Cor
-
Penerbangan Rute Surabaya-Jember Resmi Mengudara Lagi 1 Juni 2026, Cek Jadwalnya
-
Geger Pocong Sajam di Ponggok Buat Warga Resah, Kapolres Blitar Akhirnya Bongkar Faktanya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Tak Ada Jembatan: Pelajar Sampang Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Pendidikan
-
HUT ke-733 Surabaya: Armuji Beber Keberhasilan Kota Pahlawan di Berbagai Bidang
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat