Fabiola Febrinastri
Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:32 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketika menyaksikan inovasi siswa dan guru SMK. (Dok: Pemprov Jatim)

Ia menjelaskan, dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.

“Kenapa kita tampilkan di sini? Karena kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa anak-anak kita belajar dengan sungguh-sungguh dan mampu menghasilkan produk luar biasa,” ujarnya.

Menurut Aries, beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal ini menjadi motivasi sekaligus peluang besar bagi siswa untuk terus mengembangkan inovasi di bidang otomotif.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi pendidikan vokasi kita. Anak-anak SMK bukan hanya belajar teori, tetapi sudah mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan dunia industri,” tegasnya.

Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik di antaranya SMK Wijaya Putra Surabaya dengan lima unit konversi sepeda motor listrik, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik, SMK Antartika 1 Sidoarjo dengan satu mobil listrik, SMK Krian 2 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik, serta SMK Senopati Sedati Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jatim. (Dok: Pemprov Jatim)

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur yang terdiri atas 101 SMK negeri dan 380 SMK swasta. Khusus wilayah Surabaya terdapat 37 SMK otomotif, sedangkan di Sidoarjo terdapat 31 SMK otomotif. ***

Load More