- Seorang pria misterius melakukan perampokan dan penganiayaan terhadap SKN di Desa Ngrayung, Tuban, pada Sabtu pagi (27/6/2026).
- Pelaku menyekap korban dan anaknya di gudang setelah merampas uang tunai serta ponsel, namun mengabaikan barang berharga lainnya.
- Korban mengalami luka fisik serta trauma mendalam, sementara pihak Polres Tuban saat ini sedang memburu pelaku perampokan tersebut.
SuaraJatim.id - Sabtu pagi (27/6/2026) menjadi peristiwa yang tidak terlupakan dalam hidup SKN (24). Hanya beberapa saat setelah suaminya berangkat kerja, kediamannya di Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Tuban, berubah menjadi panggung teror yang menyisakan trauma mendalam.
Sekitar pukul 07.30 WIB, saat SKN hendak membuang sampah di pintu dapur, sesosok pria misterius muncul layaknya bayangan dari arah belakang.
Tanpa suara, tangan kasar pria itu membekap mulut SKN, sementara tangan lainnya menjambak rambutnya dengan beringas. Dinginnya bilah pisau langsung menempel erat di lehernya.
"Saat itu saya dijambak, mulut dibekap, leher ditodong pisau," kata SKN, Minggu (28/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ketegangan memuncak ketika pisau pelaku sempat terjatuh. Namun, alih-alih menyerah, pelaku justru menyambar gunting di atas mesin cuci sebagai senjata baru.
Di bawah ancaman kematian, naluri bertahan hidup SKN muncul. Ia memohon agar nyawanya dan nyawa putrinya yang masih kecil diampuni.
Dalam kondisi dicekam ketakutan, SKN menyerahkan segalanya. Kunci mobil, kunci motor, hingga tumpukan perhiasan emas ia sodorkan demi keselamatan.
Namun, ada keanehan dalam aksi ini. Pelaku seolah tak tertarik pada kemewahan besar. Mobil dan motor ia biarkan terparkir, bahkan surat-surat emas yang ia baca dengan teliti pun tak disentuhnya.
"Anehnya, dia tidak mengambil emas. Dia justru mengambil aksesoris biasa dan uang tunai Rp4,6 juta serta ponsel Vivo anak saya," ungkap SKN heran.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Dari 5 Ekor Domba Jadi Omzet Ratusan Juta
Meski hartanya tak habis dikuras, penderitaan SKN justru berlanjut pada aksi kekerasan fisik. Menggunakan sapu dan alat pel hingga patah, pelaku menghajar SKN secara membabi buta.
Di tengah hujan pukulan itu, sang putri kecil berusaha melindungi ibunya dengan memukul pelaku pakai tangan mungilnya sambil memohon agar sang ibu tidak disakiti.
Usai melampiaskan amarahnya, pelaku mengikat tangan SKN dengan cable ties dan melakban mulutnya. Ibu dan anak itu kemudian dikurung di dalam gudang yang gelap. Pelaku pun kabur, meninggalkan ancaman pembunuhan jika mereka berani melapor.
SKN teringat ia memiliki satu ponsel lain yang berhasil ia sembunyikan di bawah kasur menggunakan kakinya saat peristiwa di kamar tadi. Beruntung, gudang tersebut memiliki pintu rahasia yang tak diketahui pelaku.
Dengan tangan masih terikat, SKN berhasil keluar dan menjangkau ponsel rahasia tersebut untuk menghubungi suaminya. Bantuan pun datang, namun luka yang tertinggal teramat perih.
Kini, SKN harus menjalani hari-hari dengan balutan perban. Kuku jari kelingkingnya lepas, lehernya kaku akibat cedera, dan tubuhnya penuh lebam. Namun, luka batinnya jauh lebih dalam.
Berita Terkait
-
Kisah Inspiratif Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Dari 5 Ekor Domba Jadi Omzet Ratusan Juta
-
Malam Kelam di Tuban: N-Max Oleng Hantam Pohon, Dua Remaja Tewas Diterjang Tronton
-
Viral Oknum Polisi Tuban Hajar Badut Jalanan, Kini Terancam Sanksi Propam
-
Arogan: Badut Dipaksa Sujud di Bawah Kaki Oknum Polisi Tuban
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
ADVAN Ajak Komunitas Pelari Malang Hidup Aktif lewat Run Like a Pro
-
BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat
-
Nekat! Kecanduan Judi Online, Dua Remaja Bobol 13 Sekolah di Tuban-Rembang
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda