Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB
(Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang LVRI pada Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas komitmen dan kedekatan Khofifah dengan keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), sekaligus menjadi pengingat untuk terus meneruskan nilai-nilai perjuangan para veteran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Khofifah mengaku penghargaan tersebut menjadi kejutan karena baru diketahuinya dua hari sebelum pelaksanaan peringatan.

(Dok: Pemprov Jatim)

“Ini sebetulnya surprise karena saya baru mendengar dari Ketua DPD LVRI dua hari yang lalu saat kita melakukan syukuran HUT LVRI di Grahadi. Kami mendengar bahwa akan ada penganugerahan Bintang LVRI untuk Khofifah sebagai Gubernur. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini,” ujarnya.

Bagi Khofifah, penghargaan tersebut menjadi penguat sekaligus pendorong untuk meneruskan semangat perjuangan para veteran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa semangat perjuangan para veteran harus terus dilanjutkan oleh generasi masa kini, meski medan dan bentuk perjuangannya telah berubah. 

Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui upaya melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, serta berbagai bentuk perpecahan yang dapat melemahkan persatuan bangsa.

“Perjuangan membela kemerdekaan, membela bangsa dan negara, beda momentumnya. Kalau dulu dengan bersenjata, kalau dulu dilakukan secara fisik, dan khusus veteran itu mereka yang pernah berjuang menghadapi tentara asing,” katanya. 

Baca Juga: Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan

“Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan,” imbuhnya. 

Menurut Khofifah, perubahan bentuk perjuangan tersebut merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman. Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk kekuatan militer atau konflik bersenjata, tetapi juga dapat muncul melalui persoalan sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi informasi.

Karena itu, Khofifah menegaskan bahwa perjuangan generasi masa kini merupakan bentuk aktualisasi dari bela negara sesuai dengan bidang tugas dan profesi masing-masing.

“Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara diwujudkan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, melawan hoaks, menggunakan media sosial secara bijak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat perjuangan tersebut juga harus diarahkan untuk menghadapi berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan bangsa, termasuk kesenjangan, kebodohan, kemiskinan, kesewenang-wenangan, korupsi serta berbagai persoalan sosial lainnya.

“Semangat perjuangan para veteran harus kita lanjutkan. Kalau dulu perjuangannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangannya adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Load More