Wakos Reza Gautama
Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Tulungagung, Jawa Timur selama 20 hari menyusul dugaan gangguan pencernaan yang dialami 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami gangguan pencernaan massal setelah menyantap paket MBG pada 26 September 2026.
  • Badan Gizi Nasional membekukan operasional dapur SPPG Tanjungsari 1 selama 20 hari akibat insiden kombinasi menu asam dan pedas.
  • Dinas Kesehatan Tulungagung mengirim sampel makanan ke BBLKM Surabaya untuk menyelidiki dugaan kontaminasi atau ketidakcocokan menu.

SuaraJatim.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur dihantam kabar buruk. Sebanyak 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung, mengalami gangguan pencernaan massal usai menyantap paket makanan yang dibagikan.

Merespons insiden fatal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan membekukan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1 selama 20 hari ke depan.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Habibi, menegaskan bahwa seluruh rantai produksi hingga distribusi makanan di dapur penyedia tersebut telah dihentikan total terhitung sejak Sabtu (26/9/2026).

"Operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah kami hentikan sementara. Tidak boleh ada aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan dan evaluasi 20 hari ini," tegas Habibi.

Berdasarkan hasil surveilans epidemiologi Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, jumlah korban yang terdampak mencapai nyaris dua ratus orang.

Gejala gangguan pencernaan muncul serentak sesaat setelah para siswa dan pengajar mengonsumsi menu jatah MBG hari itu.

BGN kini menyoroti racikan menu yang disuguhkan, yakni perpaduan antara ayam bakar, sambal pedas, dan buah anggur.

Habibi menduga kuat, kombinasi menu yang terlalu asam dan pedas tersebut menjadi pemicu utama reaksi lambung akut, terutama bagi anak-anak yang memiliki saluran cerna sensitif.

"Kombinasi menu pedas dan asam seperti itu sangat berisiko memicu gangguan pencernaan bagi penerima manfaat dengan kondisi lambung tertentu. Ke depan, aspek keamanan fisiologis dan kesesuaian biologis siswa harus menjadi pertimbangan mutlak dalam perancangan menu," ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Keracunan MBG, Chef SPPG di Surabaya Malah Gelapkan 8 Jerigen Minyak Bekas

Guna memastikan apakah insiden ini murni akibat ketidakcocokan menu atau kontaminasi bakteri/toksin pangan, Diskes Tulungagung telah mengirimkan sampel sisa makanan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Hasil investigasi ilmiah tersebut diperkirakan baru akan keluar dalam dua pekan mendatang.

Selama masa sanksi pembekuan operasional, BGN akan membongkar total Standar Operasional Prosedur (SOP) di dapur SPPG Tanjungsari 1, mulai dari seleksi bahan baku, higienitas pengolahan, hingga manajemen pengantaran ke sekolah.

Langkah karantina operasional ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab mitigasi, sekaligus menjaga kredibilitas dan mutu program nasional MBG agar benar-benar memberi nutrisi sehat bagi pelajar, bukan justru mendatangkan petaka kesehatan. (ANTARA)

Load More