- Dua oknum polisi berinisial P dan D memeras tiga pemuda di Desa Petung, Gresik, terkait kasus judi online pada Minggu, 16 Agustus 2026.
- Warga Desa Petung mengepung Balai Desa dan menghakimi kedua pelaku karena marah atas tindakan pemerasan uang damai berkedok penegakan hukum.
- Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengonfirmasi bahwa kedua oknum polisi tersebut telah diamankan dan ditahan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
SuaraJatim.id - Ratusan warga Desa Petung, Kecamatan Panceng, Gresik, tumpah ruah ke jalan, mengepung Balai Desa dengan amarah yang nyaris tak terkendali.
Di tengah kepungan itu, dua oknum polisi berinisial P dan D hanya bisa tertunduk saat hukum yang mereka salahgunakan justru berbalik menyerang mereka sendiri.
Drama ini bermula dari aroma pemerasan yang terendus tajam oleh warga. P dan D, dua anggota yang bertugas di Polsek Duduksampeyan, diduga memanfaatkan isu judi online (judol) yang tengah marak.
Bukannya melakukan penegakan hukum sesuai prosedur, kedua oknum ini justru mendatangi rumah tiga pemuda desa dan melayangkan tudingan keterlibatan judol.
Namun, alih-alih borgol yang dikeluarkan, mereka justru menyodorkan angka. Uang damai sebesar puluhan juta rupiah diduga menjadi mahar agar kasus tersebut tak berlanjut ke meja hijau.
"Awalnya ada tiga warga yang didatangi dan dituding jaringan judol. Masing-masing diminta uang damai," ungkap Hafidz, salah satu warga setempat dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ketamakan rupanya menjadi bumerang. Merasa mendapat mangsa empuk, P dan D kembali menyatroni rumah warga lain pada Minggu malam (16/8/2026) untuk meminta uang tambahan. Namun, mereka tak sadar bahwa warga Desa Petung sudah mencium pola busuk tersebut. Gerak-gerik mereka dipantau ketat.
Puncaknya terjadi saat proses mediasi di Balai Desa. Niat hati ingin menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, kedua oknum ini justru terjebak dalam kepungan massa yang sudah muak.
Situasi memanas. Teriakan protes berubah menjadi aksi fisik. Bogem mentah sempat melayang ke arah kedua polisi tersebut sebelum akhirnya petugas dari Polres Gresik tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dramatis.
Baca Juga: Ledakan Molotov Hantam Dua Pos Polisi Surabaya: Satu Polisi Terluka Pelaku Akhirnya Tertangkap
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, memastikan bahwa P dan D kini tidak lagi bisa menghirup udara bebas.
"Sudah kami amankan dan langsung diberi tindakan tegas berupa penahanan usai menjalani pemeriksaan dari Propam," tegas AKBP Ramadhan kepada media, Selasa (18/8/2026).
Berita Terkait
-
Ledakan Molotov Hantam Dua Pos Polisi Surabaya: Satu Polisi Terluka Pelaku Akhirnya Tertangkap
-
Brio Melesat Menembus Api: Tragedi Berdarah di Ruas Tol Sumo Gresik
-
Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik
-
Pulang Diam-Diam dari Malaysia, TKI Tulungagung Temukan Oknum Polisi di Kamar Bersama Istri
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi
-
Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab
-
Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo