Ronald Seger Prabowo
Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB
Produk kesehatan hewan buatan Indonesia mulai memperluas pasar ke Afrika. PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) mengekspor vaksin unggas senilai USD106.875 atau sekitar Rp1,9 miliar ke Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • PT Vaksindo Satwa Nusantara mengekspor vaksin unggas senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika pada Kamis, 24 September 2026.
  • Pengiriman sepuluh jenis vaksin tersebut bertujuan membantu peternak Afrika mencegah penyakit serta mengendalikan produktivitas hewan ternak.
  • Kementerian Pertanian menyatakan langkah ekspor ini memperkuat industri kesehatan hewan nasional sekaligus memperluas pasar produk dalam negeri.

SuaraJatim.id - Produk kesehatan hewan buatan Indonesia mulai memperluas pasar ke Afrika. PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) mengekspor vaksin unggas senilai USD106.875 atau sekitar Rp1,9 miliar ke Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi.

Ekspor perdana tersebut menjadi bagian dari ekspansi Vaksindo ke pasar internasional sekaligus memperluas akses peternak Afrika terhadap vaksin untuk mencegah berbagai penyakit unggas.

Presiden Direktur Vaksindo sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment JAPFA, Teguh Yodiantara Prajitno, mengatakan ekspansi ke Afrika merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar produk kesehatan hewan Indonesia.

“Kami telah mengekspor berbagai produk vaksin dan obat-obatan hewan ke puluhan negara. Langkah penetrasi ke pasar Afrika ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas,” kata Teguh, Kamis (24/9/2026).

Dalam pengiriman perdana tersebut, Vaksindo membawa 10 jenis vaksin unggas yang ditujukan untuk membantu pengendalian sejumlah penyakit yang dapat mengganggu produktivitas peternakan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, mengatakan ekspor tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat industri kesehatan hewan nasional dan memperluas pasar produk dalam negeri.

“Melalui penguatan industri kesehatan hewan dalam negeri dan dorongan ekspor ini, Indonesia tidak hanya berkontribusi mengurangi kerugian ekonomi akibat penyakit hewan di tingkat global, tetapi juga memperkuat diplomasi serta membuka peluang pasar sektor obat-obatan dan kesehatan hewan nasional,” ujarnya.

Agung menambahkan, pemerintah terus mendorong pemenuhan standar mutu dan keamanan obat hewan melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) dan proses registrasi.

Sebelum memasuki pasar Afrika, Vaksindo tercatat telah mengekspor produk vaksin dan obat hewan ke lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Baca Juga: RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan

Vaksindo menyatakan akan melanjutkan ekspansi ke sejumlah pasar baru melalui kemitraan strategis. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses terhadap vaksin hewan sekaligus meningkatkan kontribusi industri kesehatan hewan Indonesia di pasar internasional.

Load More