Wakos Reza Gautama
Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB
Ilustrasi Mayat. Siswi 16 tahun bernama Syafika tewas dalam tabrakan dua motor di Madiun pada Rabu sore, 30 September 2026. [unsplash/john hendrick]
Baca 10 detik
  • Siswi 16 tahun bernama Syafika tewas dalam tabrakan dua motor di Madiun pada Rabu sore, 30 September 2026.
  • Kecelakaan bermula ketika pengendara motor lain bernama Dinda gagal menyalip mobil dan masuk ke jalur korban di Jalan Pagotan-Nglandung.
  • Korban panik, mengerem mendadak, terjatuh, lalu tertabrak akibat investigasi awal kepolisian menyimpulkan adanya faktor kelalaian manusia.

SuaraJatim.id - Manuver mendahului yang berisiko kembali menelan korban jiwa di jalan raya. Syafika Rahma Putri, seorang siswi berusia 16 tahun, tewas mengenaskan dalam insiden tabrakan di Jalan Pagotan-Nglandung, Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (30/9/2026) sore sekitar pukul 15.20 WIB.

Tragedi maut ini bermula dari kenekatan pengendara motor lain yang gagal mengantisipasi ruang saat menyalip.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika sepeda motor Honda bernopol AE 3782 GM yang dikendarai Dinda (17) melaju dari arah barat menuju timur.

Setibanya di lokasi kejadian, Dinda nekat memacu kendaraannya untuk mendahului sebuah mobil yang melaju di depannya.

Nahas, pada saat yang bersamaan, Syafika datang dari arah berlawanan mengendarai motor Honda bernopol AE 2107 RF.

Kaget melihat kendaraan Dinda tiba-tiba merangsek masuk ke jalurnya, korban diduga panik dan melakukan pengereman mendadak. Ruang gerak yang terlampau sempit membuat Syafika kehilangan kendali hingga jatuh tersungkur ke aspal.

"Karena jarak sudah sangat dekat, korban yang terjatuh langsung tertabrak oleh sepeda motor yang dikendarai Dinda," terang Ipda Andika dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Hantaman keras tersebut mengakibatkan Syafika mengalami luka parah di sekujur tubuh hingga nyawanya tak tertolong.

Sementara Dinda yang menjadi lawan tabrakannya dilaporkan selamat tanpa mengalami luka berarti dan dinyatakan dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental.

Baca Juga: Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Pihak Satlantas Polres Madiun telah menggelar olah TKP dan menyita kedua bangkai motor sebagai barang bukti.
Berdasarkan hasil investigasi awal kepolisian, insiden fatal ini murni dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error).

"Dugaan awal, pengendara Honda AE 3782 GM (Dinda) kurang berhati-hati dan tidak memperhitungkan jarak aman saat mendahului kendaraan lain," pungkas Andika.

Load More