- Sebuah mobil dihantam Kereta Api Tawang Alun di perlintasan tanpa palang pintu Jatiroto Lumajang pada Jumat pagi.
- Kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi, namun insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
- Peristiwa itu memecahkan rekor nihil kecelakaan Lumajang dan ditegaskan KAI melanggar aturan lalu lintas jalan.
SuaraJatim.id - Keberuntungan besar masih berpihak pada seorang pengemudi mobil di Lumajang. Kendaraannya dihantam Kereta Api (KA) 294 Tawang Alun relasi Ketapang–Malang saat nekat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026) pagi.
Meski benturan keras tak terhindarkan, peristiwa mengerikan di KM 147+464 sekitar pukul 08.45 WIB tersebut secara ajaib tidak memakan korban jiwa maupun korban luka.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menuturkan bahwa kecelakaan bermula dari kelalaian fatal pengendara mobil yang tidak berhenti sejenak untuk menengok kanan-kiri sebelum melintasi rel buta tersebut.
"Masinis sebenarnya sudah berulang kali membunyikan Semboyan 35 (klakson lokomotif peringatan keras). Namun karena jarak mobil dan kereta sudah terlampau dekat, benturan tidak dapat dihindari," terang Cahyo.
Usai insiden, KA Tawang Alun sempat berhenti luar biasa di Stasiun Klakah untuk menjalani pemeriksaan fisik rangkaian bersama petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).
Beruntung, lokomotif dan gerbong tidak mengalami kerusakan struktural, sehingga kereta diizinkan langsung melanjutkan perjalanan tanpa mengacaukan jadwal keberangkatan.
Insiden akibat keteledoran pengendara ini sangat disayangkan karena langsung mencoreng rekor keselamatan Kabupaten Lumajang.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Lumajang bersama Pasuruan dan Banyuwangi sejatinya berhasil mempertahankan rekor nihil kecelakaan (zero accident) di perlintasan sebidang.
Secara umum, angka kecelakaan kereta di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember pada periode yang sama berhasil ditekan hingga 53,3 persen, turun dari 15 kasus pada 2025 menjadi 7 kejadian di 2026. Namun, rekor Lumajang akhirnya pecah oleh ulah sopir yang tidak tertib tersebut.
Baca Juga: Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal
KAI kembali mengingatkan masyarakat bahwa mengabaikan sinyal kereta api bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga aksi bunuh diri perlahan.
Secara regulasi, Pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mewajibkan setiap pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api di atas segalanya.
"Jangan pernah bertaruh nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api mengangkut massa ribuan ton dan membutuhkan jarak pengereman yang sangat panjang, sehingga mustahil berhenti mendadak," tegas Cahyo. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal
-
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer
-
Ayah dan Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan Terlindas Truk Tangki di Ceweng Jombang
-
Motor Istri Dibegal, Holli Kejar dan Tabrak Pelaku hingga Tewas di Lumajang
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi
-
Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab
-
Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo
-
Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar