- RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo mengalami keterisian penuh ruang rawat inap jiwa sebesar 100 persen pada Agustus hingga September 2026.
- Peningkatan signifikan jumlah pasien ODGJ tersebut dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis Jiwa Dewi Prisca Sembiring pada Minggu, 11 Oktober 2026.
- Rumah sakit menyediakan fasilitas berkapasitas 14 tempat tidur dan menerapkan berbagai program aktivitas harian terstruktur untuk pemulihan pasien.
SuaraJatim.id - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Ruang Anjasmoro, Unit Rawat Inap Jiwa RSUD dr. Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencapai 100 persen selama periode Agustus hingga September 2026.
Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani perawatan.
Dokter Spesialis Jiwa RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Dewi Prisca Sembiring, mengatakan bahwa pada awal 2026 tingkat keterisian tempat tidur masih berada di kisaran 20 persen.
Namun, sejak Agustus hingga September, jumlah pasien rawat inap meningkat signifikan.
“Pada awal tahun 2026 tingkat keterisian masih di kisaran 20 persen. Akan tetapi, sejak Agustus hingga September, pasien rawat inap mengalami peningkatan cukup signifikan, rata-rata 30 pasien per bulan,” ujar Dewi di Situbondo, Minggu (11/10/2026).
Ia menjelaskan, ruang rawat inap jiwa tersebut memiliki kapasitas 14 tempat tidur. Sebanyak 12 tempat tidur diperuntukkan bagi pasien gangguan jiwa, sedangkan dua lainnya digunakan untuk pasien yang menjalani rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza).
Menurut Dewi, sebagian besar pasien gangguan jiwa dapat mengakses layanan pengobatan menggunakan BPJS Kesehatan. Sementara itu, terdapat ketentuan pembiayaan tersendiri bagi pasien rehabilitasi Napza.
“Hari ini ada sebanyak delapan orang pasien ODGJ menjalani rawat inap. Rata-rata pasien menjalani perawatan selama satu minggu hingga satu bulan, tergantung tingkat keparahan gejala,” katanya.
Sementara itu, Kepala Ruang Poli Jiwa RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Indah Kurniasari, mengatakan bahwa perawatan pasien tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga mencakup aktivitas harian untuk mendukung proses pemulihan.
Baca Juga: Evakuasi ODGJ yang Dipasung di Nganjuk, Pj Gubernur Adhy: Target Kita Jatim Bebas Pasung
Kegiatan tersebut antara lain olahraga bersama pada pagi hari, salat berjamaah, serta berbagai aktivitas harian lainnya yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Indah menambahkan, pasien yang baru masuk dan kondisinya belum stabil akan ditempatkan di ruang khusus untuk menjalani penanganan lebih lanjut sebelum dapat beraktivitas bersama pasien lainnya.
“Kalau pasien baru masuk dan masih belum stabil, kami tempatkan di ruang khusus atau diisolasi, dan belum bisa dikumpulkan dengan pasien lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya, RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan puskesmas setempat melakukan pembebasan pasung terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa hari sebelum pemberitaan ini, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BOR Ruang Rawat Inap Jiwa RSUD Situbondo Capai 100 Persen pada AgustusSeptember 2026
-
Nilai Merek USD6,9 Miliar, BRI Kembali Pimpin Daftar Merek Terkuat di Indonesia
-
Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir
-
Diduga Hilang Fokus, Honda Scoopy Oleng Hantam Pikap L300 di JLS Sampang: Perempuan Tewas
-
Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain