Wakos Reza Gautama
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:05 WIB
RSUD Dr Soetomo Surabaya menangani dua korban kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, yang mengalami luka bakar serius, saat terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dua sukarelawan bernama Munawi dan Suraji dirawat akibat luka bakar parah di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada 16 Oktober 2026.
  • Empat dari dua belas petugas gabungan tewas setelah terjebak kobaran api karhutla di kawasan Gunung Bromo pada hari kejadian.
  • Polda Jawa Timur menyelidiki penyebab kebakaran serta mengevaluasi protokol keselamatan dengan memeriksa sejumlah saksi kunci.

SuaraJatim.id - Duka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo kini berpindah ke lorong gawat darurat RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Dua sukarelawan pemadam api yang selamat dari maut kini tengah berjuang melewati masa-masa paling kritis akibat luka bakar ekstrem di sekujur tubuh.

Kedua korban, yakni Munawi dan Suraji, dilarikan ke Surabaya pada Kamis (15/10/2026) tengah malam usai penanganan awal di RSUD Tongas Probolinggo dinilai tak sanggup menangani tingkat keparahan luka mereka.

Staf Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, mengungkapkan bahwa salah satu pasien langsung dilarikan ke ruang bedah untuk menjalani operasi maraton sejak Jumat dini hari.

"Pasien pertama tiba di IGD pukul 20.45 WIB. Tindakan operasi sudah dilakukan sejak dini hari dan hingga saat ini proses pembedahan masih berlangsung," ungkap Niken, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, satu korban lainnya yang tiba pukul 21.36 WIB masih tertahan di Ruang Resusitasi (RES). Tim dokter terus berupaya menstabilkan tanda-tanda vital korban sebelum dinyatakan siap secara medis untuk naik ke meja operasi.

Petaka ini berakar dari kebakaran hebat yang melanda kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, membeberkan detik-detik mencekam sebelum insiden maut terjadi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan berjumlah 12 orang, terdiri dari polisi kehutanan TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan sukarelawan hotel, merangsek masuk membelah medan terjal untuk memadamkan api.

Baca Juga: Api Mengamuk Merembet ke 4 Puncak, Jalur Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Ditutup Total

Nahas, sekitar pukul 13.30 WIB, kepulan asap pekat dan kobaran api liar mendadak mengepung posisi mereka. Dari 12 personel, enam orang terjebak di tengah amukan bara.

Empat di antaranya gugur, tiga tewas seketika di lereng bukit dan satu mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan evakuasi. Sementara Munawi dan Suraji berhasil ditarik keluar dari kepungan api meski menderita luka bakar mengerikan.

Menyikapi tragedi paling mematikan dalam sejarah karhutla Bromo ini, Polda Jawa Timur menegaskan telah membuka penyelidikan resmi.

Polisi kini memeriksa sejumlah saksi kunci guna membongkar penyebab pasti kebakaran serta mengevaluasi protokol keselamatan yang berujung pada terjebaknya para petugas pemadam. (ANTARA)

Load More