- Wali santri menjemput massal anak-anak mereka dari ponpes di Probolinggo pada 17 Oktober 2026 karena takut skandal kekerasan seksual.
- Figur internal ponpes berinisial AMA diduga melakukan pencabulan berulang terhadap santriwati di bawah umur sejak September 2025 hingga Februari 2026.
- Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo mengonfirmasi kasus ini telah ditangani intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo.
SuaraJatim.id - Suasana sebuah pondok pesantren di Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, mendadak senyap dan mencekam.
Gelombang kepanikan melanda para wali santri menyusul viralnya dugaan skandal kekerasan seksual terhadap santriwati di bawah umur yang menyeret nama figur internal pesantren berinisial AMA.
Khawatir dengan keselamatan putri mereka, puluhan orang tua berbondong-bondong mendatangi pondok untuk menjemput anak-anak mereka pulang secara massal sejak Sabtu (17/10/2026).
Asrama putri yang biasanya riuh kini mendadak lengang setelah sejumlah santriwati ditarik, bahkan sebagian langsung dipindahkan ke lembaga pendidikan lain.
Salah seorang wali santri mengaku memilih mengambil langkah tegas demi keselamatan putrinya begitu kabar miring tersebut meledak di media sosial.
"Kondisi ini terjadi sejak kasus itu viral. Banyak orang tua yang langsung menjemput, termasuk saya. Bahkan beberapa santri nekat pulang tanpa pamit ke pengurus karena takut dilarang atau dipersulit perizinannya," ungkapnya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Di balik eksodus para santriwati tersebut, pihak internal pesantren sempat berupaya meredam gejolak. Para tenaga pengajar dilaporkan mengimbau santri untuk mengabaikan kabar yang beredar di luar tembok pondok.
"Para guru menasihati agar santri tidak terpengaruh omongan luar, terutama yang memojokkan atau menjelek-jelekkan Gus. Kemungkinan imbauan itu agar para santri tidak keluar," imbuh sumber tersebut.
Kasus memilukan ini mencuat ke permukaan setelah keluarga korban berinisial RF membongkar dugaan kejahatan yang menimpa putri mereka.
Baca Juga: Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
Dugaan persetubuhan terhadap korban yang masih di bawah umur itu disinyalir telah berlangsung berulang kali dalam kurun September 2025 hingga Februari 2026.
Modus yang digunakan terduga pelaku dinilai sangat manipulatif. AMA diduga memperdaya korban dengan dalih mengajak mencari tikus, lalu membawanya ke sebuah gedung asrama yang tengah direnovasi. Di lokasi sepi itulah dugaan aksi asusila terjadi berkali-kali setiap pekannya.
Tak berhenti di situ, keluarga pelapor turut mengungkap adanya dugaan pernikahan siri sepihak tanpa wali dan saksi sah, disertai tekanan psikis agar pihak keluarga tidak membawa perkara ini ke ranah hukum.
Dugaan kejahatan ini baru terendus keluarga pada April 2026 setelah melihat perubahan fisik korban yang memicu kecurigaan mendalam.
Aparat penegak hukum bergerak cepat menanggapi keresahan publik. Kapolsek Bantaran, AKP Agus Eko Widodo, mengonfirmasi bahwa perkara dugaan pencabulan anak di bawah umur ini telah resmi ditarik ke tingkat polres.
"Perkaranya sudah ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo," tegas AKP Agus Eko Widodo singkat.
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
-
Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga
-
Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo
-
Ponpes di Kediri Terbakar Usai Ibadah Magrib, Diduga akibat Korsleting Listrik
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
-
Ini Identitas 4 Suporter PSS Sleman yang Tewas dalam Kecelakaan di Madiun
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien
-
Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi
-
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan