SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dengan Provinsi Aceh di Amel Hotel Convention Hall, Kota Banda Aceh, Senin (19/10). Berdasarkan rekapitulasi final, kegiatan tersebut membukukan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp1.218.708.522.000 atau sekitar Rp1,218 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas penjualan produk Jawa Timur sebesar Rp1.044.828.522.000 dan pembelian oleh pelaku usaha Jawa Timur sebesar Rp173.880.000.000. Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat integrasi pasar domestik, memperluas akses produk unggulan, serta membangun rantai pasok dan kemitraan ekonomi antardaerah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti 40 pelaku usaha dari Jawa Timur dan 109 pelaku usaha dari Aceh. Berbagai komoditas dipertemukan, mulai dari produk pertanian, perkebunan, pangan, perikanan, fesyen, kerajinan hingga manufaktur.
Jawa Timur menawarkan berbagai produk kepada pasar Aceh, antara lain susu, benih hortikultura, daging unggas, day-old chick (DOC) atau bibit ayam umur sehari, rokok, benih tanaman pangan, kain sutra dan katun, tas kulit, mentega, bawang merah, gula merah, pakan ikan dan udang, cabai, serta teh curah. Komoditas lainnya meliputi kulit lembaran, pupuk, alat pertanian, bibit jagung, dan beras.
Sementara itu, pembelian oleh pelaku usaha Jawa Timur dalam misi dagang ini meliputi ikan cakalang, ikan tuna, serta jambe atau pinang. Pertukaran komoditas tersebut menunjukkan peluang perdagangan dua arah yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan akses pasar dan kemitraan antarpelaku usaha.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah mengatakan, misi dagang merupakan instrumen strategis pemerintah untuk membuka peluang perdagangan, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan. Melalui forum ini, pelaku usaha dapat menjajaki kerja sama secara langsung berdasarkan potensi produksi dan kebutuhan pasar masing-masing daerah.
"Misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri," ujarnya.
Sejumlah komitmen transaksi bernilai besar turut menopang capaian tersebut. Dalam daftar 10 komitmen transaksi tertinggi, nilai terbesar tercatat pada penjualan rokok oleh Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya kepada PT Bentoel/BAT Banda Aceh sebesar Rp554,99 miliar.
Komitmen lainnya meliputi penjualan produk peternakan berupa susu, daging unggas, dan DOC oleh Wahana Sejahtera Foods dari Jombang kepada PT Kelola Pangan Indonesia Banda Aceh senilai Rp104,40 miliar. Berikutnya, penjualan pakan ikan dan pakan udang oleh PT Suri Tani Pemuka Sidoarjo kepada PT Swadaya Mitra Perkasa Bireuen sebesar Rp102 miliar, serta pembelian cakalang dan tuna oleh CV Riki Utama Mandiri/RUM Seafood Sidoarjo dari CV Novira Abadi senilai Rp95,11 miliar.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
Di sektor pertanian dan perkebunan, PT Ayo Tani Berjaya Kediri mencatatkan komitmen penjualan teh curah, gula merah, cabai, dan bawang merah kepada PT Razma Agrojayana Aceh Besar sebesar Rp94,50 miliar. Perusahaan tersebut juga membukukan penjualan alat pertanian dan bibit jagung kepada PT Asiapim Utama Banda Aceh sebesar Rp64,50 miliar, serta pupuk kepada Koperasi Sura Aceh Sejahtera Banda Aceh sebesar Rp35 miliar.
Selain itu, tercatat komitmen penjualan daging ayam beku oleh Wahana Sejahtera Foods Jombang kepada PT Kelola Pangan Indonesia Banda Aceh senilai Rp25,56 miliar, benih pertanian oleh PT Benih Citra Asia Jember kepada UD Cahaya Tani Pidie senilai Rp24,26 miliar, serta bawang merah oleh UD Kamaliah Ramadhani Probolinggo kepada SS Mandiri Banda Aceh senilai Rp16,20 miliar.
Gubernur Khofifah menegaskan, capaian transaksi dalam misi dagang bukan hasil yang diperoleh secara instan. Sebelum kegiatan berlangsung, pemerintah melakukan proses kurasi pelaku usaha dan produk sedikitnya dua kali, serta menyelenggarakan business matching minimal lima kali, termasuk secara daring.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan potensi usaha dari kedua provinsi dapat dipertemukan secara lebih terarah sehingga peluang transaksi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
"Jadi tidak _ujug-ujug_, tetapi proses yang kita bangun melalui berbagai pertemuan dan bisnis matching secara online," katanya.
"Kita ingin agar arus perdagangan tidak hanya bergerak dari Jawa Timur menuju Aceh, tetapi juga semakin membuka akses bagi produk-produk unggulan Aceh untuk menjangkau pasar Jawa Timur. Hal itu, menguatkan hubungan ekonomi serta persaudaraan antara Jawa Timur dan Aceh untuk tumbuh, berkembang, maju dan sejahtera bersama," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien
-
Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027
-
Servis Motor Gratis SMK Se-Jatim Pecahkan Rekor MURI, Lampaui Target, Capai 354 Titik Pelayanan
-
Gubernur Khofifah Sampaikan Keberhasilan Nawa Bhakti Satya Saat Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81Jatim
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Misi Dagang Jatim-Aceh Dipimpin Khofifah, Transaksi Tembus Rp1,218 Triliun
-
Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah
-
Korban Tewas Karhutla Bromo Jadi 5 Orang, Relawan MPA Hembuskan Napas Terakhir
-
Disuplai ke Klinik Kecantikan, BPOM Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto
-
Geger Dugaan Aksi Bejat Oknum Gus, Ponpes di Probolinggo Mendadak Lengang Ditinggal Santriwati