Wakos Reza Gautama
Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:45 WIB
Ratusan warga mendatangi kawasan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Kamis (22/10/2026). Mereka berbondong-bondong menyaksikan uji coba pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang melakukan lepas landas dan pendaratan di atas ruas tol tersebut. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • TNI AU menyelenggarakan uji coba pendaratan jet tempur di Jalan Tol Paspro pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Simulasi darurat tersebut mengerahkan pesawat EMB-314 Super Tucano dan F-16 untuk menguji infrastruktur sipil sebagai landasan alternatif.
  • Ratusan warga sekitar, termasuk para petani setempat, antusias menyaksikan manuver pesawat tempur TNI AU dari dekat.

SuaraJatim.id - Pemandangan tak biasa tersaji di ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Jalur bebas hambatan yang biasanya dipadati roda empat mendadak bergemuruh hebat dan disulap menjadi landasan pacu (runway) darurat bagi jet tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Momen langka itu sontak menyedot antusiasme ratusan warga sekitar. Tak sedikit dari mereka yang rela meninggalkan aktivitas hariannya, termasuk para petani yang sengaja menepi dari sawah demi menyaksikan burung-burung besi kebanggaan Indonesia tersebut bermanuver dari jarak dekat.

Salah satunya Sallem (45), seorang petani asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Begitu mendengar kabar deru pesawat tempur, ia memilih meletakkan cangkulnya sejenak dan bergegas menuju tepi jalan tol.

"Pesawatnya gagah sekali. Saya istirahat dulu mencangkul di sawah, ingin melihat langsung dari dekat walau hanya bisa menonton dari bawah jalur tol," ujar Sallem, Kamis (22/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Riuh kekaguman warga kian pecah saat dua jenis burung besi legendaris meluncur bergantian di atas aspal tol selebar 24 meter tersebut.

Dari anak-anak, ibu rumah tangga, hingga kalangan lanjut usia tampak terpana menyaksikan pendaratan presisi pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano dan jet supersonik F-16 Fighting Falcon.

Bagi warga pedesaan di sekitar jalur tol kilometer 834 hingga kilometer 837+500 itu, melihat jet tempur menyentuh aspal jalan raya adalah atraksi spektakuler yang belum tentu terulang seumur hidup.

Namun, di balik riuhnya antusiasme warga, aksi ini merupakan bagian dari skenario pertahanan strategis militer.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menegaskan bahwa uji coba lepas landas dan pendaratan (take-off and landing) di Tol Paspro merupakan simulasi kesiapan operasional memanfaatkan infrastruktur sipil sebagai pangkalan udara darurat (austere strip).

Baca Juga: Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi

"Uji coba ini menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan raya atau jalan tol, sebagai landasan alternatif untuk mendukung operasi pertahanan udara dalam kondisi darurat tertentu," jelas Marsekal Tonny di lokasi.

Dalam simulasi tempur ini, TNI AU mengerahkan dua pesawat tempur jenis EMB-314 Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang, serta dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi Madiun.

Untuk mendukung pendaratan kilat tersebut, pembatas tengah jalan tol sempat dibongkar sementara di bawah pengamanan perimeter ketat aparat gabungan.

Load More