Tewas Penuh Luka Bacokan, Soeprayitno Ternyata Jurnalis

Pebriansyah Ariefana
Tewas Penuh Luka Bacokan, Soeprayitno Ternyata Jurnalis
Mayat di Surabaya. (Suara.com/Dimas)

Dalam surat tugasnya, masa berlaku Soeprayitno sebagai jurnalis Suara Gegana Indonesia sudah habis sampai 28 Febuari 2019.

Suara.com - Soeprayitno ternyata jurrnalis dari Suara Gegana Indonesia. Dia tewas mengenaskan di Tanah Merah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/5/2019) malam. 

Dalam surat tugasnya, masa berlaku Soeprayitno sebagai jurnalis Suara Gegana Indonesia sudah habis sampai 28 Febuari 2019. Di surat kabar itu, Soeprayitno menjabat sebagai koordinator lapangan nasional.

Saaat ditemukan, sekujur tubuhnya penuh luka. Di KTP lelaki 60 tahun itu tertera jika dia warga Sidotopo Wetan. 

Soeprayitno ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah bale-bale Tanah Merah gang 2, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. 

Mayat Supriyatno ditemukan oleh warga, seusai solat Tarawih dalam keadaan mengenaskan. Tampak korban mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Sejumlah luka di lengan, kaki, dan yang paling parah di bagian perutnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Polisi terus menghimpun data dan keterangan saksi mata di lokasi.

"Untuk sementara masih kami mintai keterangan saksi," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga.

Sedangkan Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Endri Subandrio mengatakan, dari keterangan saksi ada satu orang yang diduga menganiaya korban ini. Mengenai senjata tajam yang digunakan polisi masih menyelidiki di lokasi. 

"Sementara ini dugaan kasus pembunuhan masih kami dalami," imbuhnya. 

Saat ini, mayat sudah berada di Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS