Komplotan Pembobol ATM Antardaerah Diringkus Polres Gresik

Chandra Iswinarno
Komplotan Pembobol ATM Antardaerah Diringkus Polres Gresik
Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro (kiri) menunjukkan barang bukti berupa uang hasil pencurian di ATM, Selasa (28/5/2019) di Mapolres Gresik. [Suara.com/Tofan Kumara]

Komplotan ini sudah melakukan aksi pembobolan di Jawa Timur pada 26 TKP, termasuk Gresik.

Suara.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik, Jawa Timur menangkap empat pelaku spesialis pembobol mesin ATM antarprovinsi pada Selasa (28/5/2019). Modal pelaku hanya topi hitam bertulis security, garpu, kawat dan tang dalam menjalankan aksinya.

Keempat pelaku yang diketahui merupakan jaringan Lampung membobol dua gerai ATM di kota Gresik. Pelaku tersebut berinisial AN (26) asal Umbul Buah Lampung, EF (46) asal Kampung Baru Lampung, DS (46) asal Prambon Sidoarjo dan AL yang masih dalam status daftar pencarian orang (DPO) Polres Gresik.

Dari penangkapan itu, Satreskrim Polres Gresik mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 8,3 juta, satu buah garpu yang telah di potong, satu besi pengait, satu tang, satu kaos warna putih, satu jaket warna coklat, satu topi hitam bertulis security.

Selain itu, dua kartu ATM Bank BRI, satu kartu ATM Bank Niaga, satu kartu ATM Bank Mandiri, tiga kartu ATM Bank BNI dan satu tas hitam model kotak yang di sita dari tangan para pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan komplotan ini terbilang spesialis pembobol ATM antarkota dan propinsi, melakukan pencurian di sejumlah wilayah.

Wahyu mengemukakan di Jawa Barat, komplotan ini sudah beraksi di 43 TKP, kemudian di Jawa Tengah 28 TKP, Jakarta 5 TKP, di Banten sebanyak 8 TKP, Yogyakarta beraksi di 5 TKP, kemudian di luar Pulau Jawa sebanyak 22 TKP.

Sedangkan Wilayah Jawa Timur, komplotan ini sudah melakukan aksi pembobolan di 26 TKP, termasuk di Gresik.

"Mereka ini pelaku spesialis pembobol ATM antar kota lintas wilayah. Pelaku ini mencuri di mesin ATM dengan menggunakan garpu, tang dan selalu memakai topi hitam bertulis security," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan penangkapan komplotan Jaringan Lampung ini bermula dari informasi adanya pembobolan ATM di Bank Jatim tanggal 15 Maret lalu, kemudian tim Black Panther polres melakukan patroli dan menemukan sebuah mobil Terrios warna hitam yang mencurigakan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari di luar gerai ATM.

Selanjutnya, petugas masuk ke dalam gerai ATM dan menjumpai dua pelaku sedang beraksi yang kemudian diamankan. Selanjutnya menggeledah isi mobil Terrios dan menemukan sejumlah uang, tang, garpu, kawat dan barang bukti kartu ATM.

"Tim Black Panther curiga pada satu unit mobil Terrios hitam kemudian masuk ATM dan mendapati dua pelaku beraksi. Para pelaku ini selalu memakai jaket dan topi hitam bertulis security untuk mengelabui. Dari empat pelaku yang ditangkap, satu orang menjadi DPO," ujarnya.

Kontributor : Tofan Kumara

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS