Demi pemudik, Sopir Bus Pun Rela Tidak Berlebaran Bersama Keluarga

Bapak dua anak itu mengungkapkan banyak senang dan sedih ketika momen-momen mudik jelang lebaran seperti yang dijalaninya tahun ini.

Chandra Iswinarno
Selasa, 04 Juni 2019 | 16:25 WIB
Demi pemudik, Sopir Bus Pun Rela Tidak Berlebaran Bersama Keluarga
Mulyani sopir bis DAMRI saat istirahat di kantor DAMRI Terminal Bunder kabupaten Gresik, Selasa (4/6/2019). [Suara.com/Tofan Kumara]

SuaraJatim.id - Lebaran selalu menghadirkan cerita mengharu biru di setiap tahunnya, ada senang ada sedih. Begitu pula yang dirasakan para pengemudi bus jarak jauh, mereka harus merelakan momen-momen tidak berlebaran bersama keluarga atau sanak famili di kampung halaman.

Meski begitu, para sopir bis pun bisa merasakan kebahagiaan lainnya, tatkala bisa mengantarkan penumpang atau pemudik selamat sampai tujuan untuk bisa merayakan Idul Fitri di bersama orang-orang yang dicintai.

Pengalaman itu dirasakan seorang sopir bus DAMRI, Mulyani yang sudah bekerja selama dua puluh lima tahun. Dalam kurun waktu yang sama, Mulyani pun harus rela tidak berkumpul bersama keluarga kala lebaran. Walau kadang menjadi momen yang dirindukan, semua itu tidak dihiraukannya demi sebuah tugas dan tanggung jawab.

Bapak dua anak itu mengungkapkan banyak senang dan sedih, ketika momen-momen mudik jelang lebaran seperti yang dijalaninya tahun ini.

Baca Juga:Bawa Bus AKAP untuk Mudik, Sopir Ini Bikin Geger Tetangga

"Senangnya itu, kita senang bisa mengantar mereka dengan selamat. Dukanya itu, ketika melihat orang-orang pemudik bersama keluarga mereka. Kita masih mengantar mereka, masih di atas bus di depan kemudi. Tapi, saya jalani dengan ikhlas saja," ujar Mulyani, Selasa (4/6/2019).

Namun, karena sudah bertahun-tahun bekerja sebagai sopir, Pak Mul, sapaan sehari-harinya, bisa mengatur jadwal untuk bisa berkumpul atau bersua ke orang tua atau sanak famili. Ia mengatur jadwal, kadang sebelum lebaran atau sesudah lebaran berkunjung untuk bersilaturahmi.

Ia menceritakan merasa beruntung memiliki keluarga yang bisa mengerti dengan pekerjaan yang dijalani, sehingga tidak ada mempermasalahkan bahkan memaklumi.

"Sebisa mungkin kita mengatur jadwal, kalau kita mau mudik berkunjung ke orang tua atau famili. Kadang sebelum lebaran atau sesudah lebaran. Anak dan istri sudah memaklumi pekerjaan saya," ucap pria asal Bojonegoro itu.

"Perasaan saya bagaimana ya? Kita seorang muslim pada saat lebaran terasa beban tapi bagaimana lagi? Ini sebuah tugas. Bagaimana lagi harus di jalani. Ini sudah tugas dan tanggung jawab kita" kata Pak Mul.

Baca Juga:Cerita Porter Stasiun Surabaya Gubeng Menanti Rezeki di Musim Mudik

Kontributor : Tofan Kumara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak