Terkena Ledakan Petasan, Empat Warga Kediri Dilarikan ke Rumah Sakit

Chandra Iswinarno
Terkena Ledakan Petasan, Empat Warga Kediri Dilarikan ke Rumah Sakit
Warga Blitar yang terkena ledakan petasan mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat, Selasa (4/6/2019). [Suara.com/Agus H]

Petasan yang rencananya akan dipakai untuk berpesta malam takbiran, meledak saat proses pembuatan.

Suara.com - Empat Warga Togogan, Srengat, Kabupaten Blitar dilarikan ke rumah sakit setelah menderita luka bakar serius akibat ledakan petasan. Petasan yang rencananya akan dipakai untuk berpesta malam takbiran, meledak saat proses pembuatan.

Akibatnya, empat orang yang sedang membuat petasan tak dapat menghindar. Dua diantaranya tak sadarkan diri dan dirawat di RS Al Ijtihad Srengat, satu orang dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, sementara satu lainnya mengalami luka ringan dan sudah boleh pulang.

"Korban rata-rata mengalami luka bakar dibagian tangan dan kakinya dan kini sedang dirawat," ujar Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Selasa (04/06/2019).

Tiga dari empat korban yang saat ini tengah mendapatkan penanganan medis masing-masing bernama Ebianto (30), Yuli Ardiyanto (21) dan Andres Suntoro (22). Hampir seluruhnya menderita luka bakar.

Heri menjelaskan, ledakan petasan memakan korban itu terjadi pada Senin (03/06/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, awalnya salah satu korban mengajak temannya membuat mercon.

Kemudian, para korban membuat mercon menggunakan metode seadanya dengan menggulung kertas lalu memasukkan bahan peledak ke dalamnya. Petasan mendadak meledak saat Ebi menutup lubang sumbu.

"Awalnya ada lima orang. Yang satu pulang duluan pada jam sembilan (malam). Tinggal empat orang. Yang tiga orang masih dirawat dan yang satu luka ringan dan sudah boleh pulang. Kita masih cari identitasnya," ujar Heri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS