Warga Gresik Selatan Rayakan Idul Fitri dengan Pawai Takbir Keliling

Fabiola Febrinastri
Warga Gresik Selatan Rayakan Idul Fitri dengan Pawai Takbir Keliling
Remaja Masjid dan anak-anak TPQ Dusun Gurang Kulon, Desa Gurang Anyar, Kecamatan Cerme melakukan pawai takbir keliling, Gresik, Jawa Timur, Selasa (4/6/2019) malam. (Suara.com/Tofan Kumara)

Mereka takbir keliling dengan berjalan kaki mengelilingi tiga desa untuk merayakan kemenangan.

Suara.com - Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda menyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Di Kabupaten Gresik bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Cerme dan Kecamatan Balongpanggang, Jawa Timur, warga melakukan pawai takbir keliling di malam Idul Fitri, Selasa (4/6/2019).

Dengan membawa obor dan pengeras suara, serta bermacam aksesoris, seperti replika masjid, puluhan anak-anak remaja masjid dan Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Dusun Gurang Kulon, Desa Gurang Anyar, Kecamatan Cerme, melakukan takbir keliling dengan berjalan kaki mengelilingi tiga desa untuk merayakan kemenangan.

Muhktar (39), salah satu koordinator takbir keliling, yang juga pembina remaja masjid di desanya mengatakan, perayaan malam takbiran ini dilakukan untuk menyambut hari raya Idul Fitri yang jatuh pada Rabu (5/6/2019).

Selain remaja masjid, pawai takbir keliling juga diikuti anak-anak TPQ, yang diikuti oleh warga Desa Gurang Anyar.

"Kita melakukan takbir keliling malam ini untuk merayakan hari kemenangan, yakni Idul Fitri, yang diikuti remaja masjid, anak-anak TPQ dan warga desa. Takbir keliling sudah menjadi tradisi kami setiap tahun," kata Mukhtar.

Muktar menambahkan, setelah pawai takbir keliling, remaja masjid melakukan takbiran di masjid desa hingga pagi hari menjelang salat Ied.

"Setelah pawai takbir ini, para pemuda remaja masjid melakukan takbiran di masjid hingga pagi hari sebelum salat Ied," ucapnya.

Yang menarik, di barisan depan saat pawai takbir keliling, para remaja masjid membawa obor dan minyak tanah yang kemudian meniupkan minyak tanah, sehingga terjadi semburan api yang besar.

"Warga desa antusias melakukan pawai takbir keliling. Untuk lebih semarak, selain membawa obor, kami juga membawa minyak untuk membuat api yang disemburkan dari mulut," ujar Nasrullah, anggota remaja masjid Dusun Kalianyar.

Kontributor : Tofan Kumara

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS