Kebakaran Hutan di Jalur Pendakian Gunung Raung, 13 Pendaki Terjebak

Kebakaran hutan di Gunung Raung bisa dilihat dari Jatirono, Kalibaru, Banyuwangi.

RR Ukirsari Manggalani
Sabtu, 05 Oktober 2019 | 07:15 WIB
Kebakaran Hutan di Jalur Pendakian Gunung Raung, 13 Pendaki Terjebak
Kebakaran di Gunung Raung terlihat dari Pos 1 Jatirono, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/10/2019). Kebakaran hutan di jalur pendakian Gunung Raung itu, menyebabkan 13 pendaki terjebak di pos 9 pendakian, diantaranya tujuh pendaki asal Singapura [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww]

SuaraJatim.id - Kebakaran di Gunung Raung Jawa Timur terjadi pada Sabtu (5/10/2019), dan terlihat dari Pos 1 Jatirono, Kalibaru, Banyuwangi. Dikutip dari kantor berita Antara, dalam kebakaran hutan di jalur pendakian Gunung Raung ini sebanyak 13 pendaki terjebak di pos 9 pendakian, di antaranya tujuh pendaki asal Singapura.

Banyuwangi terletak di bagian paling timur Pulau Jawa dan memiliki wilayah pesisir sekaligus dataran tinggi. Terdapat daerah gugusan gunung di Banyuwangi yang membuatnya memiliki dataran tinggi dengan dua gunung, yaitu Gunung Raung dan Gunung Ijen. Keduanya kondang di kalangan pendaki dengan kawah raksasanya.

Dekat dengan air laut karena berada di pesisir, dataran tinggi penghasil belerang, dan letak geografis perkebunan kopi di pegunungan yang menghadap timur menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Jawa dengan rasa yang unik.

Salah satu kopi tenar asal Banyuwangi adalah jenis Glen Nevis, ditanam di lereng Gunung Terong dalam kawasan perusahaan perkebunan PT Glen Nevis yang bergerak di bidang kopi dan karet.

Baca Juga:5 Best Berita Otomotif Pagi: Mobil Patroli Sangar, Koleksi Ketua DPR

Jika kopi Ijen memiliki keunikan dari semburan belerang di tanah pegunungan, kopi Glen Nevis diproses dengan dicuci menggunakan air dari sumber air panas di Gunung Terong.

Tidak hanya unggul dari perkebunan kopi, di Banyuwangi juga terdapat sebuah desa yang bisa disebut sebagai "ibu kota kopi" di Banyuwangi, yaitu Desa Kemiren. Dan desa ini telah menjadi desa wisata yang menawarkan berbagai hal mulai dari proses pengolahan kopi tradisional, cagar budaya rumah adat suku Osing yaitu masyarakat asli Banyuwangi, dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu (sepuluh ribu cangkir kopi) yang diadakan tiap 12 Oktober setiap tahunnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak