TKW Dari Hongkong yang Dirawat RSUD Sidoarjo Tak Didampingi Keluarga

Pasien tersebut belum diperkenankan pulang ke Lombok menemui keluarganya.

Chandra Iswinarno
Selasa, 28 Januari 2020 | 13:47 WIB
TKW Dari Hongkong yang Dirawat RSUD Sidoarjo Tak Didampingi Keluarga
Direktur Utama RSUD Sidoarjo Atok Irawan. [Suara.com/Arry Saputra]

SuaraJatim.id - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Hongkong dan mengalami suhu badan tinggi masih menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo.

Meski kondisinya sudah membaik, pasien berusia 21 tahun itu harus berada di ruang isolasi demi menjaga kondisi tubuhnya.

"Alhamdulillah tadi pagi sudah membaik, sudah tak panas lagi, batuk berkurang. Dan ini kita lakukan foto toraks normal, tak ada pneumonia. Artinya tidak usah dirujuk ke RSUD dr Soetomo," ujar Direktur Utama RSUD Sidoarjo Atok Irawan pada Selasa (28/1/2020).

Pasien tersebut, kata Atok, belum didampingi oleh keluarganya. Lantaran, keluarganya berada jauh di luar Pulau Jawa. Karena itu, pasien tersebut belum diperkenankan pulang ke Lombok menemui keluarganya.

Baca Juga:Virus Corona Makan Korban, Menhub Belum Larang Maskapai RI Terbang ke China

"Ini kasihan pasiennya, enggak ada yang mendampingi keluarganya di sini, karena jauh di Lombok sana. Dia kemarin bilang kalau pingin ketemu orang tuanya kangen," kata dia.

Menurut Atok, di daerah endemis yang saat ini ada gejala panas dan batuk harus diwaspadai adanya Virus Corona. Untuk itu, pasien TKI dari Hongkong yang tengah dirawat di RSUD Sidoarjo harus menjalani perawatan hingga sembuh total.

"Meski foto toraksnya normal mungkin hari ini besok kalo infeksinya menjalar bisa berubah. Tapi kita waspada di ruang isolasi. Kalau sudah negatif ya langsung kita bisa rawat di ruang lain, enggak harus isolasi khusus," jelasnya.

Di RSUD Sidoarjo sendiri, kata Atok telah memiliki ruang isolasi sejak 2014 lalu. Ruang isolasi itu sebelumnya digunakan untuk pasien-pasien yang terkena virus flu babi dan semacamnya.

"Kita sudah memenuhi standar isolasi mulai 2014 kita sudah buat sarana prasarana sudah siap. Pengobatan untuk viruscorona belum ditentukan oleh WHO, kalau dulu kan tamiflu, kalau ada virus baru ya belum ada harus ngambil sample antidotenya itu. Jadi infeksi antibiotik kita berikan supaya bakteri tidak masuk dan sakitnya hilang," ujarnya.

Baca Juga:Menkes Soal Virus Corona: Kami Siaga Penuh Tanpa Kepanikan

Atok Irawan mengatakan bahwa gejala seperti penyakit infulenza dan batuk progresif dan perubahannya cepat. Biasanya, hanya dengan istirahat dan makan yang cukup dua penyakit tersebut bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, berbeda dengan gejala virus corona yang penyebarannya sangat cepat menginfeksi paru-paru sehingga terkena pneumonia. Kendati demikian, ada juga orang yang bisa terkena infeksi pneumonia apabila sakitnya sudah parah.

"Orang sekarang kemana-mana bawa obat flu diare, pas kebetulan waktu di scan turun panasnya. Padahal itu kan masih efek masking, tapi penyebab primer utamanya belum teratasi jadi bisa saja lolos," ucapnya.

Untuk itu, Atok menyampaikan kepada masyarakat dimanapun harus bisa diedukasi dan memahami tentang penyakit atau virus yang menyebar ini. Ia mengatakan untuk tidak panik dan selalu menjaga kondisi kesehatan di cuaca atau musim penghujan yang rawan dengan flu dan batuk.

"Jadi masyarakat jangan terus kemudian panik, harus menjaga tubuh di cuaca seperti ini. Kemudian menjaga etika saat batuk dan bersin. Kalau bisa pakai masker," kata Atok.

Kontributor : Arry Saputra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak