Santri Tewas Membusuk, Ditemukan di Dam Sungai Badug Nganjuk

Pebriansyah Ariefana
Santri Tewas Membusuk, Ditemukan di Dam Sungai Badug Nganjuk
Satri tewas membusk di Nganjuk (dok polisi)

Mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Siswanto (65) warga Tanjunganom saat melintas di Jembatan Sungai Badug pukul 06.30 WIB.

SuaraJatim.id - Warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, dihebohkan dengan penemuan mayat dalam kondisi membusuk di Dam Sungai Badug. Mayat tersebut sudah tidak bisa dikenali dan tidak ada identitas yang menyertai.

Kapolsek Warujayeng, Kompol Edy Hariadi, membenarkan penemuan mayat tersebut. Edy menuturkan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Siswanto (65) warga Tanjunganom saat melintas di Jembatan Sungai Badug pukul 06.30 WIB.

Saat melintas, Siswanto melihat sesosok mayat mengapung di Sungai Badug. Mengetahui hal itu ia memberitahu rekannya, Mulyono (47). Lantas keduanya mengecek langsung sehingga diketahui bahwa apa yang dilihatnya ialah mayat mengapung.

"Kemudian (Siswanto dan Mulyono) melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Malangsari, Babinsa dan Babinkamtibmas," kata Edy kepada Suara.com, Kamis (12/3/2020).

Selanjutnya Kepala Desa Malangsari melaporkan menemuan mayat ini ke Polsek Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, sekitar pukul 06.45 WIB. Tak lama berselang aparat dari Polsek Warujayeng dan Tim Identifikasi Polres Nganjuk menuju lokasi.

Selain itu, pihak-pihak terkait seperti petugas medis Rumah Sakit Bhayangkara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk juga turut membantu. Mereka bersama-sama melaksanakan tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPTPK).

"Pukul 07.15 WIB selesai pelaksanaan olah TPTKP. Selanjutnya mayat diangkat menggunakan mobil BPBD menuju ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk diotopsi. Otopsi dilaksanakan jam 13.00 WIB oleh tim forensik RS Bhayangkara Nganjuk," tuturnya.

Edy belum bisa memastikan apakah mayat yang ditemukan dalam kondisi membusuk ialah Abdul Rouf (19), santri Pondok Pesantren Mojosari yang hanyut di Sungai Bodor Nganjuk pada Kamis (27/2/2020) lalu.

Untuk memastikannya, pihak RS Bhayangkara Nganjuk akan melakukan tes DNA.

"Masih akan dibandingkan dengan DNA keluarga Abdul Rouf, Santri Ponpes Mojosari (yang hilang hanyut di Sungai Bodor)," pungkas dia.

Kontributor : Usman Hadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS