Diprotes, Tempat Isolasi Corona di Jombang Tak Ada Air Bersih dan Kompor

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang Pudji Umbaran juga tidak membantah mengenai keluhan warga tersebut.

Chandra Iswinarno
Senin, 08 Juni 2020 | 18:23 WIB
Diprotes, Tempat Isolasi Corona di Jombang Tak Ada Air Bersih dan Kompor
Penghuni isolasi STIKES Jombang lakukan protes karena minimnya fasilitas di tempat tersebut. [Beritajatim]

SuaraJatim.id - Warga yang sedang menjalani isolasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang menggelar aksi protes, lantaran fasilitas yang ada selama ini membuat mereka kesulitan beraktivitas.

Untuk diketahui, sejumlah warga yang menjalani isolasi di tempat tersebut merupakan pasien positif Covid-19.

Aksi penghuni isolasi tersebut menjadi viral di media sosial (medsos) lantaran tersebar dalam dua video yang masing-masing berdurasi 31 detik dan 20 detik. Dalam tayangan tersebut, mereka mengeluhkan tidak adanya air bersih dan juga kompor.

Dalam video pertama, terlihat lima orang berada di ruangan. Masing-masing memegang satu bungkus mie instan. Kemudian seorang perempuan mengenakan daster berwarna coklat berteriak minta tolong karena tidak bisa memasak. Keluhan serupa juga dilontarkan oleh seorang pria yang ada di video tersebut.

Baca Juga:Covid-19: Saya Menyamar Demi Bisa Melihat Anak-anak Saat Karantina

“Tolong, kami kelaparan. Mau masak Supermi tidak ada kompor. Tidak ada air. Ini makan mie mentah. Ya Allah, tolong,” ujar perempuan tersebut.

Aksi mengganyang mie instan juga dilakukan seorang pria bersarung yang duduk di dekat perempuan berdaster tersebut. Sedangkan pada video kedua, tergambar dua orang yang mengeluhkan fasilitas air bersih di lokasi karantina.

Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, memperlihatkan dua orang berada di ruangan yang terdapat kran air. Namun kran tersebut tidak ada airnya. Keduanya mengeluh tidak bisa mandik, memasak, bahkan untuk sekedar cebok juga tidak bisa. Kedua orang tersebut menunjukkan kran air yang sedang tidak mengalir.

“Dari kemarin tidak ada airnya. Kamar mandinya juga gitu, kosong terus airnya. Tolong diperhatikan, pak. Kami kesulitan air. Tidak bisa cebok,” ujar keduanya.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jombang Pudji Umbaran membenarkan, video tersebut berada ruang isolasi di STIKES Pemkab Jombang. Dia juga mengungkapkan, pasien tersebut adalah Warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito.

Baca Juga:Pemkot Solo Diprotes karena Karantina Warga Joyotakan: Bantuannya Kurang

“Benar, itu ruang isolasi STIKES Pemkab Jombang. Video tersebut kita terima tiga hari lalu,” kata Pudji seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Senin (8/6/2020).

Selain itu, dia juga tidak membantah mengenai keluhan minimnya fasilitas di ruang isolasi yang disampaikan warga tersebut.

“Kami sudah instruksikan kepada pejabat terkait untuk melakukan pengeboran ulang, untuk menambah debit air dan kebutuhan air di STIKES Pemkab Jombang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak