Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tukang Bubur Gorok Ortunya saat Tidur, Lawan Warga Pakai Pisau Dapur

Agung Sandy Lesmana Minggu, 27 September 2020 | 12:18 WIB

Tukang Bubur Gorok Ortunya saat Tidur, Lawan Warga Pakai Pisau Dapur
Rumah korban di Dusun Karupan Sari, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

"...Akhirnya ada warga yang masuk rumah melalui pintu belakang dan menyekap dari belakang."

SuaraJatim.id - Pasangan suami istri, Yasin (70) dan Muripa (75) kritis setelah dianiaya oleh anak kandungnya sendiri.

Pasutri itu mengalami luka parah akibat digorok saat sedang tertidur di kediamannya, Dusun Karupan Sari, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/9/2020) malam.

Pelaku yang diketahui merupakan penjual bubur keliling itu ditangkap warga sesuai melakukan aksi sadisnya ke orang tuanya.

Salah satu warga, Imam Bukhari (53) mengatakan, pelaku berhasil diamankan warga usai warga mendapatkan laporan adanya percobaan pembunuhan menimpa Yasin dan istrinya. Seusai beraksi, pelaku masih membawa sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menganiaya orang tuanya. 

“Dia (pelaku) tidak kabur setelah kejadian, masih di dalam rumah tapi bawa pisau jadi warga takut mendekat. Akhirnya ada warga yang masuk rumah melalui pintu belakang dan menyekap dari belakang. Kemudian warga lain membantu sehingga pelaku bisa diamankan warga,” kata Imam seperti dilaporkan Beritajatim.com--media jaringan Suara.com, Minggu (27/9/2020).

Menurut Imam, pelaku sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap warga dengan bermodalkan sebilah pisau. Namun akhirnya warga berhasil mengamankan pelaku.

“Warga cari cara. Bagaimana cara bisa menangkap atau bagaimana merobohkan (pelaku). Merobohkan ditindih kan sudah tidak gerak. Yang pertama kalau tidak salah tiga orang, setelah roboh ditangkap banyak orang. Iya pegang senjata. Kedua korban sendiri langsung dibawa warga menggunakan kendaraan roda tiga (Tossa) ke RS Sumber Waras,” katanya.

Kondisi kedua, lanjut Imam, korban kritis. Muripa terluka di bagian pipi dan leher, sementara Yasin ada luka di bagian leher seperti habis digorok sajam.

Pelaku sendiri di mata keluarga cukup baik, pendiam dan sopan sehingga warga tak menyangka pelaku tega menganiaya orang tuanya.

“Dia anak terakhir dari dua bersaudara, ibunya nikah lagi dengan bapaknya itu. Dia anak terakhir dari pernikahan kedua ibunya, kakaknya perempuan. Tidak tahu motifnya apa karena anaknya setiap harinya pendiam, sopan. Tidak (gangguan jiwa),” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait