alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Gorok Suami, Istri Kelabui Polisi Bilang Kalau Korban Bunuh Diri

Muhammad Taufiq Selasa, 03 November 2020 | 12:47 WIB

Setelah Gorok Suami, Istri Kelabui Polisi Bilang Kalau Korban Bunuh Diri
Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Toa55)

"Korban tewas di dalam kamarnya dengan tiga sayatan di leher."

SuaraJatim.id - Silfia Anggraini, istri yang menggorok suaminya di Pasuruan, Jawa Timur, sempat mengelabui polisi. Ia mengaku kalau suaminya itu bunuh diri dengan cara menggorok leher.

"Korban tewas di dalam kamarnya dengan tiga sayatan di leher. Tersangka awalnya memberikan keterangan ke polisi bahwa korban tewas bunuh diri. Namun polisi yang curiga akhirnya mengetahui bahwa korban ternyata dibunuh oleh istrinya sendiri," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (03/11/2020).

Sebelumnya diberitakan, seorang istri di Pasuruan tega membunuh suaminya sendiri. Penyebabnya diduga karena persoalan uang tabungan yang akan diminta paksa oleh sang suami.

AKBP Arman menjelaskan, pelaku telah ditangkap dan ditetapkan tersangka. Pelaku bernama Silfia Anggraini (39), sementara korban adalah suami sirinya bernama Eko Setyo Budi (35). Keduanya warga Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Setelah Dipukul, Ditendang, Diinjak-Injak, Istri di Pasuruan Gorok Suami

Peristiwa penggorokan ini terjadi pada 29 Oktober 2020 sekitar pukul 05.30 WIB. Arman menceritakan, sebelum terjadi pembunuhan, pasangan pengamen ini lebih dulu terlibat pertengkaran hebat. Pertengkaran bermula saat korban meminta paksa uang tabungan tersangka sebesar Rp 500 ribu.

Namun ditolak dengan alasan akan dikirim ke anaknya yang ada di Malang. Menurut Arman, anak tersebut merupakan anak dari suami sebelumnya. Pelaku sendiri merupakan istri siri korban. Keduanya sama-sama bekerja sebagai pengamen.

Pada saat korban hendak menuju kamar dimana uang tersebut disimpan, tersangka berusaha menghalangi. Korban marah dan akhirnya memaksa dengan cara menarik kerah daster tersangka hingga tersingkirkan dari pintu kamar.

"Korban akhirnya berhasil mengambil uang, namun tersangka tetap berusaha menahan. Korban naik pitam lalu memukul kepala dan menendang serta menginjak perut tersangka," katanya.

Merasa kesakitan, tersangka pun berteriak minta tolong ke tetangga namun korban membungkam mulutnya. Tersangka diam dan mengalah lalu korban keluar rumah. Pertengkaran sementara mereda.

Baca Juga: Balas Dendam usai Perutnya Diinjak-injak, Silfia Gorok Suaminya saat Tidur

Beberapa saat kemudian, korban masuk rumah dan mengajak tersangka berhubungan badan. Namun tersangka menolak. Sempat marah-marah lagi, korban akhirnya pergi ke kamar tidur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait