alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyesalan Anggota Gengster Remaja Surabaya Setelah Bunuh Lawannya

Muhammad Taufiq Kamis, 03 Desember 2020 | 10:38 WIB

Penyesalan Anggota Gengster Remaja Surabaya Setelah Bunuh Lawannya
Sejumlah anggota gengster remaja diamankan setelah tawuran dan melakukan pembunuhan (Suara.com/Arry Saputra)

Aksi bentrok selalu dibarengi dengan live dan perekaman video. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok ini ke kelompok musuh yakni All Star.

SuaraJatim.id - Namanya penyesalan, datangnya pasti belakangan. Ini yang dialami Andreas (20) warga Tambaksari, Surabaya, salah satu anggota geng remaja yang ikut tawuran hingga menewaskan geng lawannya kemarin di Jalan Tembakaan sekitar Pasar Turi.

Andreas ini dari Kelompok Jawara yang bergabung dengan kelompok geng Guk Guk. Dua kelompok ini bergabung lalu tawuran melawan gengster All Star.

Semua anggota geng ini masih berusia remaja. Tawuran terakhir kedua kelompok ini pecah di Jalan Tembakkan hingga menewaskan salah satu anggota All Star sebab mengalami 17 tusukan di tubuhnya, Jumat subuh kemarin.

"Pas bentrok dia jatuh dan saya hantam. Beberapa kali tapi awalnya gak tahu kalau dia (korban.red) meninggal. Saya tahunya saat diperiksa dan dikabarkan korban meninggal," katanya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring suara.com, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Viral Video Sopir Bus Ugal-ugalan Nyaris Dimassa, Sering Lawan Arah

Selain itu, menurutnya aksi bentrok selalu dibarengi dengan live dan perekaman video. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok ini ke kelompok musuh yakni All Star.

Aksi bentrok pun dilakukan sudah berkali-lali dan selalu diabadikan dengan live atau video. Dengan begitu kelompok lain bisa melihat eksistensi bentrok dan kemenangan mereka.

"Ya ada yang menang dan kalah. Tergantung pas bentrok jumlahnya banyak apa endak kelompok kita. Kelompok saya di Tambak Sari ada sekitar 20 anggota," katanya.

Sementara itu menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menjelaskan bahwa mereka bukanlah gengster. Hanya saja dua kelompok yang terbentuk dan melakukan aksi bentrok.

Bahkan, menurutnya sebelum bentrok di Jalan Tembaan sekitar Pasar Turi, polisi sudah mengantisipasi. Diantaranya melakukan patroli dan maping wilayah tersebut dari malam hingga dini hari.

Baca Juga: Geng Remaja Tanggung Surabaya Janjian Tawuran Subuh-Subuh Lewat Medsos

"Tapi ternyata kedua kelompok ini malah bentrok pada subuh hari. Kejadian ini pun sontak langsung membuat petugas terjun ke lokasi. Saat di lokasi petugas mendapati adanya satu kroban jiwa dan barang bukti diantaranya senjata tajam dan 15 sepeda motor," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait