“Penculikan itu tidak ada hubungannya dengan Pilkada, karena ini soal asmara antara tersangka dan korban,” katanya.
Ia mengungkapkan, penculikan itu terjadi diduga karena tersangka sakit hati terhadap korban.
Tersangka pernah menjalin asmara dengan korban yang berstatus janda. Ketika tersangka mengajak korban menikah, ternyata korban menolak dan justru memilih rujuk dengan Sugiyanto, mantan suaminya.
“Karena ditolak itulah, tersangka kemudian sakit hati dan memilih untuk menculik korban. Jadi sekali lagi, motif penculikan ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada,” ujarnya.
Baca Juga:96 Petugas KPPS Kabupaten Bandung Positif Covid-19, KPU Siap Ganti