Jangan Remehkan Pendarahan usai Bercinta, Bisa Jadi Gejala Kanker Serviks

Waspada! Pendarahan usai berhubungan intim bisa menjadi tanda-tanda kanker serviks.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 11 Januari 2021 | 21:10 WIB
Jangan Remehkan Pendarahan usai Bercinta, Bisa Jadi Gejala Kanker Serviks
Ilustrasi pasangan bercinta. [Shutterstock]

SuaraJatim.id - Kanker serviks termasuk kanker yang sangat berisiko bagi wanita. Penyakit terjadi saat sel abnormal berkembang biak di serviks.

Menurut Cancer Research UK, perdarahan vagina yang tak biasa bisa merupakan gejala kanker serviks sehingga perlu diwasapdai.

Pendarahan vagina yang tidak normal biasanya terjadi pada waktu-waktu selain ketika Anda sedang menstruasi, contohnya:

  1. Antara periode
  2. Selama atau setelah berhubungan seks (pasca senggama)
  3. Setelah menopause
Ilustrasi serviks [Shutterstock].
Ilustrasi serviks [Shutterstock].

Adapun tanda-tanda lain dari kanker serviks meliputi:

Baca Juga:Deteksi Varian Baru Virus Corona, Menkes Budi Minta RS Kirim Sampel Pasien

  1. Ketidaknyamanan atau rasa sakit ketika berhubungan seks
  2. Keputihan yang berbau tidak sedap
  3. Nyeri di daerah antara tulang pinggul (panggul)

Penyebab kanker serviks

Badan amal Eve Appeal mengungkapkan bahwa hampir semua kanker serviks skuamosa disebabkan infeksi menular seksual (IMS) umum yang disebut human papillomavirus (HPV).

Badan kesehatan tersebut menekankan bahwa HPV sangat umum terjadi, yakni sekitar 80 persen orang akan menderita HPV pada tahap tertentu dalam hidupnya. Biasanya, sistem kekebalan bakalmengatasi infeksi tanpa pengobatan.

HPV merupakan sekelompok virus yang terdiri lebih dari 100 jenis virus berbeda yang menyebar melalui kontak seksual kulit ke kulit.

Artinya, seseorang dapat tertular HPV tanpa melalukan hubungan seks penetrasi. Kalau tubuh tidak bisa membersihkan virus, terdapat risiko berkembangnya sel abnormal yang bisa menjadi kanker seiring waktu.

Baca Juga:Pfizer Buktikan Vaksin Mereka Efektif Melawan Varian Baru Virus Corona

Orang yang berisiko terkena kanker serviks pasti mempunyai leher rahim, seperti wanita, dan pria trans yang belum menjalani histerektomi total.

"Orang yang punya leher rahim dan biasa merokok sebanyak dua kali akan lebih berisiko terkena kanker serviks dibandingkan yang tak merokok," ujar The Eve Appeal, dikutip dari Express.

Hal itu karena, merokok dianggap mengurangi keefektifan sistem kekebalan yang membantu tubuh berjuang melawan infeksi HPV.

Mereka yang menggunakan obat-obatan imunosupresi dalam jangka lama juga berisiko lebih tinggi tertahan virus HPV.

NHS juga menjelaskan bahwa tes pap smear bukanlah tes untuk mendeteksi kanker serviks, melainkan tes untuk mencegah kanker.

Selama pemeriksaan fisik, sel-sel di serviks diperiksa untuk jenis HPV yang berisiko tinggi. Sampel kecil dari serviks juga dapat mendeteksi setiap sel abnormal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak