- Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, meminta maaf terbuka pada Senin (27/7/2026) akibat video joget tidak pantas di Alun-alun RBA Ki Ronggo.
- Insiden tersebut terjadi saat acara penutupan Bondowoso Digital Day 2026 pada Sabtu (25/7/2026) malam yang memicu kritik publik.
- Pemerintah daerah memberikan teguran keras kepada panitia penyelenggara dan berjanji memperketat standar kepatutan acara di masa depan.
SuaraJatim.id - Alun-alun RBA Ki Ronggo, Sabtu (25/7/2026) malam, dipersiapkan untuk merayakan kemajuan. Panggung Bondowoso Digital Day (BDD) 2026 berdiri megah sebagai simbol transisi pelaku UMKM menuju era transaksi nontunai.
Namun, saat lampu panggung kian gemerlap dan dentum musik mulai memuncak, sebuah insiden spontan mengubah tepuk tangan menjadi kecaman yang viral.
Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi joget yang dinilai tak pantas di atas panggung penutupan beredar liar di media sosial.
Dalam sekejap, euforia literasi digital itu tenggelam oleh gelombang kritik publik. Alasannya aksi tersebut dianggap menodai marwah Bondowoso yang dikenal dengan kultur religius Bondowoso Berkah.
Baca Juga:Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
Menanggapi kegaduhan tersebut, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid (Ra Hamid) tidak tinggal diam. Dia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat.
"Saya selaku pimpinan daerah mohon maaf karena kami bertanggung jawab atas kejadian itu," ungkap Ra Hamid, Senin (27/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tak sekadar meminta maaf, Ra Hamid langsung melayangkan teguran keras kepada pihak penyelenggara. Ia memerintahkan evaluasi mendasar dan menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk merumuskan standar kepatutan yang baku bagi setiap acara pemerintah di masa depan. Baginya, teknologi boleh maju, namun etika dan kultur lokal tetap harus menjadi panglima.
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, mencoba meluruskan benang kusut yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa BDD 2026 sebenarnya adalah misi murni untuk mengedukasi 240 pelaku UMKM tanpa menyentuh dana APBD sepeser pun.
Penampilan DJ lokal yang menjadi pemicu kontroversi semula diizinkan untuk mengangkat potensi pemuda daerah.
Baca Juga:Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh
"Memang ada kelalaian dalam pengawasan dari kami. Kami mohon maaf," kata Slamet.
Nada penyesalan yang sama datang dari Ketua Panitia BDD 2026, Santi Agustina. Menurutnya, sesi musik tersebut lahir dari spontanitas untuk menarik minat warga agar meramaikan bazar UMKM.
Namun, ia tak menyangka antusiasme penonton di lapangan menjadi tak terkendali hingga sejumlah orang nekat merangsek naik ke atas panggung.
"Itu menjadi kelalaian saya sebagai ketua panitia. Ke depan, kami berjanji tidak akan ada lagi penampilan yang melanggar norma dan akan tetap sejalan dengan visi-misi Bupati," janji Santi.