- Kebakaran hutan melanda Blok Penggol Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, sejak Kamis, 10 September 2026.
- Petugas gabungan mengerahkan pemadaman manual serta helikopter water bombing guna mengatasi medan terjal dan angin kencang.
- Balai Besar TNBTS menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo melalui pintu Jemplang sebagai langkah antisipasi.
SuaraJatim.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Api yang muncul sejak Kamis (10/9/2026) sore hingga Jumat masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Kondisi medan yang curam ditambah hembusan angin kencang membuat petugas kesulitan menjangkau titik api sekaligus mengendalikan pergerakan kobaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan petugas gabungan masih melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Baca Juga:Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api
“Petugas gabungan mengalami kendala karena area yang terbakar berada di tebing yang curam sehingga tidak bisa dijangkau. Angin yang cukup kencang menyebabkan titik api lebih cepat menjalar ke area lain,” kata Oemar , Jumat (11/9/2026).
Petugas dari TNBTS, BPBD, TNI-Polri, dan relawan melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Untuk menghambat laju api, petugas juga membuat sekat bakar di sejumlah titik yang belum terbakar.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke vegetasi kering, terutama ilalang yang mudah terbakar ketika terkena hembusan angin.
“Petugas lakukan penyekatan, namun angin cukup kencang memudahkan titik api menjalar ke ilalang kering. Penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar ke tempat yang lain,” ujarnya.
Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Baca Juga:Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur. Pengerahan helikopter menjadi salah satu strategi untuk menjangkau titik api yang sulit didatangi petugas melalui jalur darat.
Namun, pemadaman dari udara juga tidak selalu berjalan optimal. Kabut yang turun di kawasan TNBTS terkadang menghambat proses water bombing.
“Kami berharap mudah-mudahan cuaca cerah dan pemadaman bisa dioptimalkan, baik secara manual saat medan bisa dilalui petugas maupun dengan helikopter water bombing ketika medan tidak bisa dijangkau,” kata Oemar.
Di tengah proses pemadaman, informasi di lapangan menyebut kobaran api di kawasan Blok Penggol semakin meluas ke arah lembah Watangan yang dikenal sebagai Bukit Teletubies.
Petugas pun bekerja ekstra untuk mencegah api menjangkau area yang lebih luas. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang terus dipantau karena dapat memengaruhi arah penyebaran api.
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, sejak Kamis (10/9).