alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahaya! Tempat Tidur RS Covid-19 di Jakarta Nyaris Penuh

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh Selasa, 12 Januari 2021 | 22:30 WIB

Bahaya! Tempat Tidur RS Covid-19 di Jakarta Nyaris Penuh
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (istimewa).

Semakin tinggi peningkatan kasus positif Covid-19, maka akan berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan, kata Wiku.

SuaraJatim.id - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan peningkatan kasus Covid-19 yang semakin tinggi berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan.

Sebab peningkatan kasus postif perhari mencapai 9.000 hingga 10.000 kasus.

"Hal ini harus diwaspadai oleh pemerintah daerah serta masyarakat. Semakin tinggi peningkatan kasus positif yang terjadi, maka akan berdampak pada keterisian tempat tidur di fasilitas kesehatan," kata Wiku di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Dia menjelaskan, setidaknya 30 persen kasus aktif membutuhkan perawatan di rumah sakit dan akan terus meningkat selama jumlah kasus aktif terus bertambah.

Baca Juga: 8.250 SDM Faskes Sleman Terdata Jadi Calon Penerima Vaksin COVID-19

Berdasarkan data grafik, 10 besar provinsi dengan tingkat keterisian tempat tidur untuk ruang isolasi dan icu tertinggi tingkat keterisiannya tidak ada yang berada di bawah 60 persen.

Bahkan di DKI kata Wiku, tingkat keterisian tempat tidurnya di atas 80 persen.

"DKI Jakarta saja tingkat keterisian nya sudah diatas 80 persen dan sebentar lagi akan penuh," ungkapnya.

Wiku menuturkan jika tempat tidur di fasilitas kesehatan penuh 100 persen, maka rumah sakit tidak akan bisa ditangani. Sebab sumber daya rumah sakit ataupun sumber daya manusia di rumah sakit, tidak memiliki kapasitas untuk menangani pasien corona.

Wiku menjelaskan, sebagai gambaran dengan tingkat keterisian 60-70 persen, petugas kesehatan sudah sangat kewalahan menangani pasien covid-19. Sehingga jika terus meningkat, semakin besar beban tenaga kesehatan dan potensi penularannya semakin tinggi pula.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Akhir Tahun

Ia mengingatkan pada Desember 2020, sebanyak 49 dokter meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait