alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gus Idris Bantah Videonya Hoaks: Ini Murni Serangan Sihir, Bukan Penembakan

Muhammad Taufiq Rabu, 03 Maret 2021 | 14:40 WIB

Gus Idris Bantah Videonya Hoaks: Ini Murni Serangan Sihir, Bukan Penembakan
Idris Al-Marbawy atau Gus Idris dari Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Ngajum Malang {Tangkapan layar Youtube]

Videonya menjadi sorotan publik, termasuk kepolisian, Idris Al-Marbawy atau Gus Idris dari Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Ngajum Malang, Jawa Timur, angkat bicara.

SuaraJatim.id - Tahu kalau videonya menjadi sorotan publik, termasuk kepolisian, Idris Al-Marbawy atau Gus Idris dari Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Ngajum Malang, Jawa Timur, angkat bicara.

Gus Idris mengatakan kalau videonya tersebut tidak hoaks alias palsu. Hanya saja, kata dia, Ia terluka bukan karena penembakan senjata api, melainkan dari serangan sihir.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur menyebut kalau video Gus Idris yang sempoyongan lalu terkapar tersebut hoaks. Tidak ada penembakan dalam kasus tersebut. Polisi justru menyebutnya demi konten belaka.

Namun Gus Idris mengklarifikasinya lewat video yang diunggah di kanal youtube pribadinya Gus Idris Official. Dimana disebutkan bahwa lokasi video dugaan penembakan itu berada di Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Terungkap! Polisi Pastikan Penembakan Gus Idris yang Heboh di Malang Hoaks

Gus Idris mengakui, sebelum ia tergeletak sempat mendengar bunyi kencang seperti suara tembakan atau suara petasan. Saat itu Ia memang langsung tergeletak tak sadarkan diri.

"Setelah itu enggak kelihatan apa-apa, menurut saya ini murni serangan sihir, bukan penembakan. Di video suara tembakan. Insya Allah 100 persen bukan penembakan," katanya, dikutip dati suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Rabu (03/03/2021).

Gus Idris mengaku serangan yang awalnya diduga tembakan itu merupakan bagian dari serangan sihir. Hal ini pula yang membuatnya berguling-guling dan mengakibatkan dadanya berdarah.

"Ada dua celah saya (terkena) tembakan sihir pertama telah saya lengah. Kedua saya meremehkan musuh, kesombongan muncul, faktor kesombongan ilmu spiritual terhempas begitu saja. Jangan sampai kita sombong meremehkan musuh itu teguran dari Allah," katanya.

Usai kejadian serangan itu dirinya mengaku sempat menuju rumah sakit. Namun karena tak bisa ditangani secara medis, ia memilih untuk melakukan pemulihan ke daerah aliran sungai di sekitar Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Heboh Penembakan Gus Idris Malang, Polda Jatim: Itu Hoaks

Dibawa ke Rumah Sakit

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait