"Kita jangan ragu dalam hal tracing. Kalau uji coba (pembelajaran tatap muka) disiapkan, maka kita harus menyiapkan tracing jika ada kasus positif di sekolah tersebut," katanya.
Pemerintah sebaiknya tak ragu-ragu melakukan pelacakan jejak (tracing) dengan melakukan swab. "Sehingga kita benar-benar tahu bahwa persentasenya (positivity rate) memang rendah atau tidak," kata Alfi.
Alfi mengatakan, pengujian (testing) terhadap masyarakat untuk mengetahui tingkat kasus positif Covid tak mudah.
"Testing itu sulit. Meskipun digratiskan, belum tentu masyarakat bersedia. Hasil tes tidak mungkin dirahasiakan, karena ini hubungannya dengan undang-undang wabah," katanya.
Baca Juga:Duh, Guru Sekolah Korban Ikut Intimidasi Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unej
Vaksinasi bisa mengurangi risiko sakit. "Tapi bukan mengurangi risiko tertular. Orang yang sudah divaksinasi itu kebal, tapi belum tentu tidak tertular. Sehingga protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah divaksinasi," kata Alfi.