Menziarahi Makam Mualaf Pertama Penggede Majapahit

Majapahit bisa dibilang sebagai kerajaan Hindu-Budha terbesar dan terakhir di Jawa. Meskipun demikian, banyak agama tumbuh di kerajaan ini, salah satunya Agama Islam.

Muhammad Taufiq
Senin, 19 April 2021 | 10:40 WIB
Menziarahi Makam Mualaf Pertama Penggede Majapahit
Makam Tumenggung Satim di komplek Makam Troloyo Kabupaten Mojokerto [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Majapahit bisa dibilang sebagai kerajaan Hindu-Budha terbesar dan terakhir di Jawa. Meskipun demikian, banyak agama tumbuh di kerajaan ini, salah satunya Agama Islam.

Bukti bahwa agama Islam juga dianut oleh masyarakat Majapahit adalah keberadaan Komplek Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, bisa dibilang tak terlalu jauh dengan kerajaan yang sama-sama berada di Trowulan.

Di komplek makam tersebut tertera 19 nama tokoh yang dikebumikan di sana. Ada makam Syekh Jamaluddin Al Husain Al Akbar alias Sayyid Hussein Jumadil Kubro yang konon disebut-sebut sebagai punjer (pusat) Wali Songo.

Kemudian yang menarik adalah makam Tumenggung Satim Singomoyo. Tumenggung merupakan gelar bagi pemimpin wilayah. Artinya, Tumenggung Satim bisa dibilang sebagai pejabat atau penggede Kerajaan Majapahit.

Baca Juga:Wisata Bali: Kuliner Unik yang Punya Kekerabatan dengan Hidangan Majapahit

Ia merupakan penggede kerajaan pertama yang mualaf dan membantu Syekh Jumadil Kubro menyebarkan dan mengembangkan Islam di Jawa. Sebab hanya Tumenggung Satim seorang penggede atau pejabat kerajaan yang bisa diajak bermusyawarah. Demikian kata Juru Kunci Komplek Makam Troloyo, Arifin.

Pelan-pelan dakwah penyebaran agama Islam yang dilakukan Syekh Jumadil Kubro dibantu Tumenggung Satim ini bisa diterima oleh masyarakat sekitar. Keduanya sebenarnya tidak sendiri. Ada juga santri-santri dari Syekh Jumadil Kubro, misalnya Raden Husen (Sayid Chusen) dan Immamuddin Sofari.

Raden Husen pada masa itu sebagai pengarep atau imam. Sementara Sofari sebagai pengurus jenazah pemeluk Islam yang meninggal. Ketika perang dengan kerajaan Keling Daha Jenggala Kediri yang dipimpin Raja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, Tumenggung Satim Singomoyo wafat sebagai syuhada.

Tumenggung Satim dimakamkan di Komplek Makam Troloyo, satu Lokasi dengan makam Sayyid Jumadil Kubro di sisi kiri. Makamnya diberi tanda tanaman pohon jati. Namun setelah pohon besar tumbuhlah pohon aspak dan pohon beringin. Hingga sekarang pohon tersebut masih hidup.

"Tumenggung Satim Singomoyo yang membantu perjuangan Syekh Jumadil Kubro. Beliau merupakan mualaf pertama. Tumenggung Satin Singomoyo yang memberikan jalan dan memperkenalkan dengan tokoh-tokoh bangsawan Majapahit," kata Arifin, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (19/4/2021).

Baca Juga:Duhh! Asyik Ngopi Warkop Ditutup Paksa, ASN Mojokerto Ngamuk Gebrak Meja

Menurut Arifin, mengubah kepercayaan orang itu tidak mudah. Oleh sebab itu Syekh Jumadil Kubro mengalami kendala dan kesulitan karena mayoritas masyarakat Majapahi masih Hindu-Budha. Sehingga kemudian mendapat bantuan dari Tumenggung Satim Singomoyo.

"Sehingga beliau diberi gelar Singomoyo. Ada sumur peninggalan beliau di sisi barat, sumur itu memiliki kedalaman 5 meter. Alhamdulillah tidak pernah kering. Mesin diesel penyedot air saja tidak bisa menghabiskan airnya, sumur tua ini tidak pernah kering," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini