facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Isu Dukun Santet, Otak Pembunuhan Nabi Warga Sumenep Ternyata Emak-emak

Muhammad Taufiq Kamis, 20 Mei 2021 | 08:37 WIB

Isu Dukun Santet, Otak Pembunuhan Nabi Warga Sumenep Ternyata Emak-emak
Jasad warga Sumenep bernama Sunabi yang tewas di sawahnya [Foto: Beritajatim]

Polisi akhirnya membekuk otak pelaku pembunuhan Bunabi (69) warga Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

SuaraJatim.id - Polisi akhirnya membekuk otak pelaku pembunuhan Bunabi (69) warga Desa Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Otak pembunuhan ternyata seorang perempuan bernama Siti Marwiyah (51) warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa. Ia ditangkap bersama pelaku lain bernama Kailani (58) warga Desa Torjek, Kecamatan Kangayan.

Sedangkan dua tersangka yang telah ditangkap sebelumnya adalah Ahwan dan Mansur. Jadi, kasus pembunuhan Bunabi yang dikait-kaitkan dengan isu dukun santet ini menjadi empat orang.

"Dalam pemeriksaan, Siti Marwiyah mengaku menyuruh tiga tersangka lainnya untuk menghabisi nyawa Bunabi," kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (19/05/2021).

Baca Juga: Simpan Mayat 4 Bulan dalam Kamar, Ini Penyebab Tetangga Tak Mencium Bau

Siti mengaku sakit hati dan menaruh dendam pada Bunabi, karena Ia menganggap kematian suaminya yakni Rifa’i, akibat disantet Bunabi.

Sebelumnya, kasus kematian Bunabi ini membuat geger warga Desa Kalinganyar Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Jawa Timur ( Jatim ) gempar. Korban ditemukan tewas penuh luka di tubuhnya.

Bunabi ditemukan tewas di kebun miliknya sendiri di Dusun Karpote, Desa Kalinganyar. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh istrinya. Si istri kemudian melapor ke polsek setempat.

Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, tim gabungan Polsek Kangean Polres Sumenep, Unit Resmob dan Team Jokotole, yangg di pimpin Kapolsek Kangean Iptu Agus Sugito berhasil menangkap dua pelaku, yakni Ahwan dan Mansur.

Selang dua hari kemudian polisi membekuk Siti Marwiyah dan Kailani. "Istri korban yakni Sariye yang melihat suaminya meninggal, langsung melaporkan ke polsek setempat. Di sekujur tubuh korban terlihat bekas-bekas penganiayaan," kata Widiarti.

Baca Juga: Sadis, Ikuti Saran Dukun, Ortu di Temanggung Tenggelamkan Anak hingga Tewas

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait