facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kediri Gaduh Gara-gara Harga Nasi Pecel Rp 45 Ribu, Pemkot Turun Tangan

Muhammad Taufiq Kamis, 20 Mei 2021 | 09:01 WIB

Kediri Gaduh Gara-gara Harga Nasi Pecel Rp 45 Ribu, Pemkot Turun Tangan
Ilustrasi nasi pecel tumpang Kediri [Foto: Beritajatim]

Beberapa waktu lalu sempat viral pengakuan seorang pembeli nasi pecel di Jalan Doho, Kota Kediri, Jawa Timur ( Jatim ). Ia mengaku membeli dua porsi nasi pecel plus lauk dua t

SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu sempat viral pengakuan seorang pembeli nasi pecel di Jalan Doho, Kota Kediri, Jawa Timur ( Jatim ). Ia mengaku membeli dua porsi nasi pecel plus lauk dua telur harganya Rp 45 ribu.

Gara-gara keluhan ini warga kota tahu itu gaduh, termasuk para pemilik kedai nasi pecel. Sebab rata-rata harga nasi pecel di sana hanya Rp 8 ribu per bungkus. Kegaduhan ini pun sampai membetot perhatian pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Tanto Wijohari, sampai harus membuat imbauan kepada pedagang nasi pecel tumpang di sepanjang Jalan Doho Kota Kediri agar mencantumkan harga.

"Dinas hanya bisa memberikan surat imbauan saja, nanti untuk SK akan dikeluarkan oleh Pemkot Kediri dengan tanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda). Karena untuk SK harus ada dasar hukum yang mendasari aturan tersebut dikeluarkan," katanya, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Kamis (20/05/2021).

Baca Juga: Wanita Ini Rela Masak Tengah Malam Biar Tak Diminta Tetangga

Imbauan dari Disperindag ini merupakan tindak lanjut dari fenomena harga nasi pecel tumpang mahal yang disoal oleh para pelanggan pecel dan warganet setempat.

Setelah kegaduhan itu Pemkot Kediri juga melakukan sidak dan berkomunikasi dengan kelompok pedagang. Dalam komunikasi tersebut disepakati agar dicantumkan harga di daftar menu yang bisa dilihat pembeli sebelum memesan makanan.

Tanto menambahkan, imbauan sementara akan disebar di pedagang makanan sekitaran Jalan Dhoho saja. Setelah ada SK kemungkinan besar tidak hanya pedagang di Jalan Dhoho saja yang harus mencantumkan harga, tetapi semua pedagang di Kota Kediri.

"Kalau sudah ada SK bisa berlaku untuk semua pedagang di Kota Kediri," ujarnya.

Tindakan ini dilakukan agar pedagang lain yang mematok harga normal tidak mendapatkan imbas penurunan pelanggan. Kejadian ini sebenarnya pernah terjadi di kota-kota besar seperti Yogyakarta yakni di Jalan Malioboro.

Baca Juga: Viral! Kecewa Usai Beli Gamis Lewat Olshop, Wanita Ini Teriak Histeris

Akibat keluhan di media sosial tersebut salah satu pedagang yang mematok harga normal merasakan imbasnya. Endah, pedagang nasi pecel tumpang di Jalan Doho mengaku penjualannya sempat menurut setelah kabar tersebut beredar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait