Pemilik Warkop Surabaya 'Iri' Sindir Kerumunan Pesta Ultah Khofifah

Pemilik Warkop Pitulikur di Surabaya, Husein Gozali, menyayangkan adanya perbedaan penanganan hukum antara pemilik warkop dengan kasus kerumunan pesta Gubernur Khofifah.

Muhammad Taufiq
Rabu, 02 Juni 2021 | 17:18 WIB
Pemilik Warkop Surabaya 'Iri' Sindir Kerumunan Pesta Ultah Khofifah
Pemilik warkop di Surabaya 'iri' pada Gubernur Khofifah [Suara.com/Dimas Angga]

SuaraJatim.id - Pemilik Warkop Pitulikur di Surabaya, Husein Gozali, menyayangkan adanya perbedaan penanganan hukum antara pemilik warkop dengan kasus kerumunan pesta Gubernur Khofifah.

Ia mencontohkan, ada aturan pembatasan jam operasi dan penerapan protokol kesehatan di warkop pedagang. Namun di sisi lain untuk pesta ultah Khofifah sendiri tidak ada pembatasan.

Hal ini diungkapkan Gozali menyikapi ribut-ribut kasus kerumunan ulang tahun Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu. Kasus ini sendiri telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur.

"Miris ya, hukum sepertinya berlaku ke bawah, bukan ke atas. Artinya apabila ada penerapan dengan benar, maka sama, baikpun dengan warga atau masyarakat yang lain. Artinya kalau ada jam malam, ya harus jam malam semua, bukan hanya lapisan bawah aja, Warkop yang diobrakin ditutup," ujar Husein, Rabu (02/06/2021).

Baca Juga:Rocky Gerung Klaim Jokowi dan Khofifah Ingin Habib Rizieq Bebas, Ini Alasannya

Menurut keterangan Husein, pesta ultah Gubernur Khofifah diduga dilakukan hingga pukul 22.00 WIB, atau melebihi jam operasional yang dipatoko Pemerintah Kota Surabaya di masa Pandemi.

"Sedangkan pestanya, yang diklarifikasi Ibu Gubernur, hanya beberapa orang saja. Tapi kalau dilihat dari kacamata lain, melewati jam 22.00 WIB," ucapnya.

Di sini, Husein mempertanyakan adanya keadilan antara warga biasa dan para pejabat di Surabaya, ataupun di Jawa Timur.

"Itu Bu yang tidak ada keadilan buat kami. Bahwa sila ke-5 dalam Pancasila : Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya untuk gubernur saja atau pejabat, harus semua masyarakat adil, makanya kami berharap sisi of crisisnya di mana," ujarnya.

"Katanya kita harus merapatkan ikat pinggang, ibu malah menggelar pesta, party, walaupun bukan ibu yang menggelar, tapi orang-orangnya ibu, itu yang kami tidak terima," katanya menegaskan.

Baca Juga:Demo Pelajar di Surabaya Tolak PPDB Sistem Zonasi: Kami Tidak Tahan!

Sementara itu, Husein juga mempertanyakan Perwali Kota Surabaya yang hingga sekarang masih membatasi para pelaku UMKM, khususnya para pedagang Warkop di Kota Pahlawan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini