alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BPBD Jatim: Sejumlah 1.305 Desa Terancam Dilanda Kekeringan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 03 Juni 2021 | 13:32 WIB

BPBD Jatim: Sejumlah 1.305 Desa Terancam Dilanda Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. BPBD Jatim: Sejumlah 1.305 Desa Terancam Dilanda Kekeringan [Shutterstock]

BPBD Jatim menjelaskan ada tiga jenis kekeringan yang mengancam 23 kabupaten di wilayahnya

SuaraJatim.id - BPBD Jatim mencatat ada 23 kabupaten di wilayahnya berpotensi dilanda kekeringan.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Sriyono menjelaskan, dari 23 kabupaten ini terdapat 1.305 desa yang mengalami tiga jenis kekeringan.

Rinciannya, sejumlah 699 desa kering kritis, 407 desa kering langka dan 199 desa kering terbatas.

“Saat ini sudah ada tiga kabupaten yang bersurat ke kami meminta droping air bersih. Yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan. Sementara ini mereka masih pakai APBD kabupaten masing-masing untuk droping air bersih. Pemprov Jatim siap memback-up jika dibutuhkan,” katanya dikutip dari beritajatim.com media jejaring suara.com, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: 8 Desa di Karanganyar Ini Rawan Kekeringan, Diare Juga Mengancam

Merespon itu, lanjut dia, BPBD Jatim telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, yakni suplai kebutuhan air bersih untuk minum dan masak warga terdampak. Penyapiapan air bersih tentunya telah dianggarkan bagi kabupaten yang mengajukannya.

Dijelaskannya, anggaran setiap kabupaten/kota tidak sama. Ada yang tidak cukup untuk memenuhi suplai kebutuhan air bersih sehingga mengajukan bantuan ke BPBD Jatim. 

Sejumlah kabupaten ada yang tidak memiliki anggaran sama sekali, yakni Kabupaten Pacitan, Trenggalek dan Pasuruan.

“23 Kabupaten ini sudah kita SK-kan. Atau nanti ada SK (Surat Keputusan) Gubernur tentang bencana kekeringan. Dengan SK itu kami bisa droping air ke Kabupaten yang meminta bantuan air bersih,” sambungnya.

Terkait suplai atau droping air bersih, lanjut Sriyono, BPBD Jatim telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan PDAM Kabupaten setempat. Pihaknya juga sudah menyiapkan kebutuhan peralatan lain guna mengantisipasi kekeringan. Dicontohkannya, kebutuhan tandon untuk penampungan air. Sehingga ketika pendistribusian air ini akan disimpan dalam bak penampungan air tersebut dan masyarakat bisa mengambil secara mandiri.

Baca Juga: Waspada! 6 Desa di Cilacap Mulai Dilanda Kekeringan

Selain itu, BPBD Jatim juga telah menyiapkan jeriken untuk mengambil air dari tandon. Jika dengan tandon dirasa tidak cukup, pihaknya menyiapkan terpal yang dibentuk seperti tandon. Tujuannya untuk menampung air bersih hasil droping petugas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait