SuaraJatim.id - Kakek pemulung korban penjambretan yang viral di media sosial diketahui bernama Paiman. Kekinian, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kanigoro.
Merespon peristiwa itu, warganet ramai-ramai menggalang donasi untuk mbah Paiman tersebut. Hal tersebut diunggah oleh akun instagram @info_seputaran_blitar.
“Mbah Paiman korban penjambretan. Malam ini (15/6) team admin @ketimbangngemis.blitar bergerak menuju kediaman mbah Paiman, Beliau baru pulang dari polsek Kanigoro, guna melaporkan kejadian yang beliau alami. Rumah beliau di Tlogo Kanigoro, tepatnya utara kantor desa Tlogo ke utara 110 meter kemudian ke barat 30 meter selatan jalan. Bagi teman-teman yang ingin berdonasi langsung ke beliau, kami sarankan jangan berupa uang,” tulis akun tersebut dikutip SuaraJatim.id, Rabu (16/6/2021).
Pada unggahan tersebut masih dibanjiri komentar warganet yang tidak menyangka terhadap aksi yang dilakukan oleh pelaku.
Baca Juga:Viral Kakek Pemulung di Blitar Jadi Korban Jambret, Warganet ke Pelaku: Gak Ada Otak!
“Ya Allah Mbah, Panjenengan Mpun Sepuh, kok ya wonten tiang nom seng Tasik kiat mlayu banter, jingkrak-jingkrak kados kewan, tego kalian panjenengan. Duh Gusti Mbok Mugi2 Mbah Paiman Diparingi Sehat lahir batin.. (Ya allah mbah, kamu sudah tua, kok ya ada anak muda yang masih kuat berlari kencang, jingkrak-jingkrak seperti hewan, tega sama kamu. Duh gusti semoga mbah Paiman diberi sehat lahir batin),” tulis akun @obyri***.
“Kok eram yo,, jambret iku mbok yo seng gelang e sak rante sepor kae. Ngene iki lohh pra yo ngesakne to (Kok bisa ya, jambret itu yang gelangnya seperti rantai kereta itu. Seperti ini kan justru kasihan),” imbuh akun @mnc.ke***87.
Sebelumnya diberitakan, Seorang pemulung yang sudah lanjut usia menjadi korban penjambretan saat tengah mendorong gerobak, viral di media sosial. Memprihatinkan lagi, pemulung tersebut diketahui merupakan seorang penyandang disabilitas mental dan fisik.
Peristiwa itu diketahui terjadi di Kabupaten Blitar. Aksi pelaku terekam kamera CCTV yang terpasang di salah satu rumah warga.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di wilayah Dusun Sekardangan, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro pada Minggu (13/6/2021) lalu.
Baca Juga:Tradisi Manten Tebu di Blitar Awali Musim Giling, Target 1,2 Juta Ton
Kontributor: Fisca Tanjung