alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dianggap Bisa Terapi Covid-19, Kelapa Muda di Bojonegoro Langka dan Harganya Mahal

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 05 Juli 2021 | 14:21 WIB

Dianggap Bisa Terapi Covid-19, Kelapa Muda di Bojonegoro Langka dan Harganya Mahal
ilustrasi Kelapa muda atau kelapa hijau. [Shutterstock]

Selain mahal harganya, persediaan kelapa hijau di pasaran mulai langka. Warga ramai-ramai berburu air kelapa hijau karena dinilai mampu menangkal Covid-19

SuaraJatim.id - Harga kelapa hijau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendadak mahal hingga tembus Rp 45 ribu per biji. Hal itu terjadi lantaran air kelapa muda dianggap berkasiat untuk terapi Covid-19.

Selain mahal harganya, persediaan kelapa hijau di pasaran mulai langka. Warga ramai-ramai berburu air kelapa hijau karena dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh, supaya tidak mudah terpapar virus Corona.

Salah seorang penjual kelapa hijau di Jalan poros Bojonegoro – Kecamatan Dander, Tommy Sinaga mengatakan, mengaku punya 30 biji stok kelapa hijau, Minggu (4/7/2021) kemarin. Kekinian, hanya tersisa enam biji saja.

“Sekarang mulai langka, sejak adanya peningkatan kasus Covid-19 ini. Karena masyarakat banyak yang mencari untuk dikonsumsi karena dinilai bisa menjadi terapis dan kaya manfaat,” ujarnya dikutip dari beritajatim.com -- jejaring media suara.com, Senin (5/7/2021).

Baca Juga: Viral Pemuda Ngotot Masuk Surabaya Tanpa Hasil Swab dan Vaksin, Petugas Paksa Putar Balik

Selain stok langka, lanjut dia, harga kelapa hijau juga mengalami peningkatan signifikan. Biasanya kelapa hijau itu dijual dengan harga Rp 25 ribu - Rp30 ribu per biji, kini bisa sampai Rp 45 ribu.

“Kalau sebelumnya per biji itu harga degan hijau ini sekitar Rp25 ribu,” ujarnya.

Sementara, salah seorang warga di Desa Klangon, Kabupaten Bojonegoro Heri mengatakan, pihaknya kesulitan mendapatkan air kelapa hijau beberapa hari ini. Ia juga meyakini air kelapa hijau memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk menyerap racun dalam tubuh. Kemudian juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas).

“Cari sampai ke Kabupaten Tuban kemarin,” ujarnya.

Baca Juga: Amuk Covid-19 di Surabaya, Sejumlah 100 Jenazah Dimakamkan dalam Sehari

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait