alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sopir Truk yang Videonya Viral Maki Petugas PPKM Darurat di Mojokerto Minta Maaf

Muhammad Taufiq Selasa, 13 Juli 2021 | 08:37 WIB

Sopir Truk yang Videonya Viral Maki Petugas PPKM Darurat di Mojokerto Minta Maaf
Sopir diamankan polisi Mojokerto [Foto: Suarajatimpost]

Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video seorang sopir truk tangki air mengumpat polisi petugas PPKM Darurat. Videonya beredar luas di media sosial.

SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah video seorang sopir truk tangki air mengumpat polisi petugas PPKM Darurat di Mojokerto Jawa Timur.

Terbaru, setelah videonya viral si pengemudi truk tangki air meminta maaf. Belakangan sopir ini diketahui bernama Gendu Lukito Pribadi (35), warga Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Dijelaskan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, peristiwa tak elok tersebut terjadi saat Ia mengambil air bersih ke wilayah Pacet, pada Sabtu 10 Juli 2021. Ia mengendarai truk dengan nomor polisi W 9907 UR.

"Setibanya di simpang empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Gendu tidak bisa melintas karena jalur dari arah Mojosari menuju ke Pacet sedang ditutup," kata AKBP Dony Alexander, Senin (12/07/2021).

Baca Juga: Matanya Kuning, Perempuan Pejalan Kaki Menahan Sakit Lalu Tewas Mendadak di Mojokerto

Lebih lanjut dikatakannya, bukannya turun lalu meminta izin untuk melintas karena mengangkut air minum, melainkan sopir ini justru mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dengan memaki-maki polisi yang sedang berjaga dan memviralkan lewat akun TikTok bernama @ekosaperol.

"Kami memilih melakukan restorative justice terhadap pelaku untuk tidak kami lakukan proses hukum. Kedua pelaku kami pulangkan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar bijak menggunakan medos supaya tidak bermasalah dengan hukum," ujar Dony.

Dony juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terganggu penutupan jalan selama PPKM Darurat 3-20 Juli. Menurut dia, PPKM darurat harus digelar untuk membatasi mobilitas masyarakat agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

"PPKM darurat kami lakukan sebagai bentuk rasa sayang kami kepada masyarakat agar tidak terinfeksi COVID-19. Yakni dengan cara tinggal di rumah saja," ujarnya, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.

"Karena sudah banyak yang menjadi korban Corona mungkin saudara atau handai taulan kita. Kalau memang mengangkut kebutuhan pokok, silakan melapor ke petugas agar bisa diizinkan lewat karena termasuk sektor esensial," katanya menegaskan.

Baca Juga: Bocah Mojokerto Selamat dari Penculikan Setelah Menangis dan Teriak Minta Tolong

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait