alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lowongan Relawan Nakes di Jember Sepi Peminat, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Covid-19

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 25 Juli 2021 | 12:52 WIB

Lowongan Relawan Nakes di Jember Sepi Peminat, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 di Brazil. Lowongan Relawan Nakes di Jember Sepi Peminat, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Covid-19. (Shutterstock)

Lowongan relawan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 di Kabupaten Jember sepi peminat. Bahkan beberapa pendaftar batal lantaran tidak mendapat izin keluarga.

SuaraJatim.id - Lowongan relawan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 di Kabupaten Jember sepi peminat. Bahkan beberapa pendaftar batal lantaran tidak mendapat izin keluarga.

Hal itu diungkap Direktur Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember, Hendro Soelistijono. Dijelaskannya, sulit mendapatkan relawan nakes. Padahal kebutuhannya kian mendesak lantaran jumlah pasien Covid-19 terus bertambah, Antaran nakes dan pasien jumlahnya tidak seimbang.

RSD dr. Soebandi, lanjut dia, membutuhkan 90 relawan dan sudah mendapat persetujuan dari bupati untuk merekrut relawan.

“Insititusi yang sudah siap adalah institusi pendidikan untuk menugasi relawan-relawannya agar membantu dr. Soebandi,” katanya dikutip dair beritajatim.com -- jejaring media suara.com, Minggu (25/7/2021).

Baca Juga: Kronologis Petugas Pemakaman COVID-19 Jember Dikeroyok di Depan Kapolsek dan Camat

“Tapi ternyata tidak mudah mencari relawan. Ada yang sudah daftar, (belakangan) dilarang orang tua, dilarang suami. Tidak semua orang mau. Kan ya takut juga. Saya paham,” imbuhnya.

DIjelaskannya, kondisi rumah sakit sangat kewalahan menghadapi banyaknya pasien. Terlebih, tak sedikit dari nakes juga terpapar virus corona tersebut dan butuh istirahat.

“Banyak juga (tenaga kesehatan) kami yang terkena (Covid). Sementara shift-nya tidak boleh lebih dari enam jam di ruangan (isolasi Covid), sehingga yang biasanya sehari tiga shift harus jadi lima shift untuk mengurangi paparan. Ini yang membuat perlu menambah jumlah (tenaga kesehatan). Di sisi lain ada teman-teman yang terkonfirmasi dan harus diistirahatkan,” kata Hendro.

Tercatat ada 20 orang tenaga kesehatan dr. Soebandi yang terpapar Covid-19, per 21 Juli 2021.

“Kebanyakan perawat dan ada tiga dokter serta satu dari manajemen. Semua dirawat isolasi mandiri,” kata Hendro.

Baca Juga: Petugas Pemakaman Covid-19 di Jember Dipukul, Dilempari Batu dan Dibanting Warga

Salah satu tenaga kesehatan meninggal dunia yakni Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perencanaan dan Penyusunan Anggaran Umi Istiqomah setelah dirawat di rumah sakit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait